BATAM, (SOROT1.ID) – Tepuk tangan riuh dan gema takbir memecah kehangatan malam di Love Seafood Restaurant, Punggur, Jumat (10/7/2026). Malam itu, wajah-wajah lelah namun berseri dari ratusan remaja dan anak-anak tampak berkumpul. Mereka adalah Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Batam yang baru saja pulang membawa piala supremasi tertinggi: Juara Umum MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Prestasi ini bukan sekadar piala biasa. Ini adalah kemenangan ketiga berturut-turut alias hattrick bagi Batam. Kota industri ini membuktikan diri bahwa mereka tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, melainkan juga kokoh dalam pembinaan generasi yang religius.
Dominasi yang Tak Terbendung Batam tampil perkasa di arena MTQ XII Kepri. Dari 48 cabang yang diperlombakan, kafilah Batam menyapu bersih podium di 43 cabang. Rinciannya mencengangkan: 27 orang menyabet juara pertama, 12 orang meraih juara kedua, dan 4 orang di posisi ketiga.
Ketua Kafilah MTQ Kota Batam, Yusfa Hendri, yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, melaporkan bahwa akumulasi poin Batam mencapai angka mutlak 347 poin. Angka ini menciptakan jarak yang sangat kontras dengan sang runner-up, Kota Tanjungpinang, yang mengoleksi 141 poin, diikuti Karimun dengan 133 poin.
“Kemenangan ini adalah murni anugerah dari Allah SWT, sekaligus buah dari kedisiplinan luar biasa anak-anak di pemusatan latihan. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam secara moril dan materiel menjadi bahan bakar utama kami di lapangan,” ujar Yusfa penuh syukur.
Diguyur Bonus dari Pemerintah hingga Kantong Pribadi Sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi yang mengharumkan nama daerah, Pemerintah Kota Batam langsung mencairkan bonus instan. Para peraih juara pertama dihadiahi Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6 juta. Bahkan, mereka yang belum berkesempatan membawa pulang medali tetap dihargai tinggi dengan uang apresiasi senilai Rp3 juta.
Suntikan motivasi tidak berhenti di anggaran daerah. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara spontan merogoh kantong pribadinya untuk memberikan bonus tambahan sebesar Rp50 juta bagi kafilah. Langkah kedermawanan ini langsung diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang ikut menyumbangkan Rp20 juta uang pribadi.
Pesan Kunci Walikota: Jangan Larut Euforia Di balik gelombang bonus dan sanjungan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad justru memberikan petuah yang mendalam saat memberikan sambutan. Ia mengingatkan esensi sejati dari seorang pelayan Al-Qur’an.
“Menjadi juara memang penting untuk marwah kota kita, tetapi yang jauh lebih utama adalah menjaga hati agar tetap rendah hati. Jangan larut dalam euforia kemenangan,” ucap Amsakar di hadapan para kafilah dan pelatih.
Ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya sudah melambai di depan mata, yakni panggung akbar MTQ Nasional Tahun 2026 yang akan digelar di Semarang. “Jadikan kemenangan di tingkat provinsi ini sebagai batu loncatan. Teruslah belajar, benahi kekurangan yang masih ada, dan mari kita tunjukkan bahwa kafilah Batam siap bersinar di tingkat nasional,” pungkasnya optimis. (Dan)
Editor : Ramadhan














Komentar