Palembang — Wakil Presiden Sriwijaya FC (SFC), Mohammad David, melancarkan seruan keras yang menusuk hati kepada seluruh perusahaan besar di Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel). Seruan ini bukan sekadar permintaan, melainkan penekanan penting agar para pengusaha mengulurkan tangan kepedulian demi menopang perjuangan klub berjuluk Elang Andalas tersebut di ketatnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Dengan nada penuh harap, David, yang juga menjabat Ketua Umum Askot PSSI Palembang, menegaskan bahwa SFC adalah aset berharga Sumsel yang tak patut dilupakan.
“Harapannya perusahaaan besar di Palembang, di Sumsel ikut juga membantu dan memberikan supportnya. Sriwijaya FC yang pernah mengharumkan Sumsel ini jangan dilupakan,” tegas Mohammad David.
Kilau Prestasi Emas yang Wajib Diperhatikan
Seruan untuk dukungan finansial ini bukan tanpa dasar. SFC adalah klub dengan sejarah emas dan torehan prestasi yang sangat membanggakan di kancah sepak bola nasional.
Laskar Wong Kito tercatat pernah meraih double winner (juara liga dan Piala Indonesia pada musim yang sama) sebanyak dua kali, yakni di musim 2007/2008 dan 2011/2012. Dominasi mereka juga tak terbantahkan dengan keberhasilan meraih Piala Indonesia tiga kali berturut-turut (2007, 2008, 2009) dan menjuarai Liga Super Indonesia 2011/2012. Koleksi gelar mereka kian lengkap dengan Inter Island Cup dan Community Shield, bahkan sempat mencicipi ketatnya babak 16 besar Piala AFC.
David mengingatkan, tim dengan segudang pencapaian ini layak mendapat perhatian dan dukungan maksimal agar kembali ke kasta tertinggi.
Ajakan Gotong-Royong Menjelang Laga Krusial
Menjelang laga home krusial melawan Persiraja Banda Aceh pada Sabtu (27/9/2025), David memang telah menyiapkan bonus kemenangan bagi tim. Namun, ia menekankan bahwa masalah finansial yang melanda harus diatasi secara kolektif.
Ia secara terbuka mengajak para pengusaha dan seluruh pihak yang mencintai Laskar Wong Kito untuk bergotong-royong mengatasi minimnya dukungan sponsor.
“Pengusaha di Palembang, di Sumsel, kawan-kawan yang cinta SFC supaya ikut memperhatikan klub yang punya nama besar di tanah air,” ajaknya.
Pesan Menusuk Hati: Pisahkan Klub dari Manajemen
Sebagai CEO David FC, ia tidak menampik kondisi banyak klub, termasuk SFC, sedang menghadapi masalah finansial akibat minimnya support sponsor.
David pun menyampaikan pesan yang sangat menusuk hati, meminta para pendukung dan pihak terkait untuk memisahkan kecintaan terhadap klub dari sentimen terhadap manajemen.
“Sayang kalau Sriwijaya FC ini dilupakan. Kalau cinta SFC, jangan menjatuhkan klubnya. Silahkan saja kalau benci dengan manajemen, menganggap tidak becus. Tapi jangan hilangkan kecintaan terhadap klub ini,” tutup David.
Seruan Mohammad David ini menjadi cambuk keras bagi semua pihak di Sumsel untuk kembali merangkul dan memberikan nafas baru, agar kejayaan double winner Sriwijaya FC bisa kembali terulang di masa mendatang.
Mampukah seruan ini menyentuh hati para pengusaha dan membawa Elang Andalas kembali terbang tinggi. (Zul)
Redaktur : Ramadan














Komentar