oleh

Kepri Jadi Garda Terdepan, Kapolda Asep Safrudin Pertegas Pengawasan Pekerja Migran

banner 468x60

Tanjungpinang (sorot1.id) — Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tidak lagi hanya dipandang sebagai pintu keluar pekerja migran, tetapi kini bertransformasi menjadi pusat standarisasi tenaga kerja migran yang profesional. Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara BP2MI dengan berbagai instansi daerah dan institusi pendidikan di Gedung Daerah, Senin (8/6/2026).

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik langkah sinergis ini. Bagi Polda Kepri, edukasi dan sertifikasi kompetensi adalah cara terbaik dalam “memutus mata rantai” praktik perdagangan orang.

banner 336x280

“Ketika masyarakat memiliki akses ke pendidikan vokasi yang benar, mereka akan menjadi pekerja migran yang kompeten dan terlindungi secara hukum. Kami akan memastikan seluruh jalur penempatan sesuai prosedur, dan bagi pelaku TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), tidak ada ruang kompromi,” ujar Kapolda.

Kesepakatan ini melibatkan Politeknik Negeri Batam dan Batam Tourism Polytechnic, yang diharapkan dapat membekali calon pekerja migran dengan skill mumpuni. Dengan demikian, pekerja migran asal Kepri tidak lagi berangkat dengan bermodal nekat, melainkan dengan sertifikat profesi yang diakui dunia internasional.

Integrasi ini menjadi tameng ampuh dalam menghadapi tantangan migrasi ilegal di wilayah perbatasan. (*)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *