BATAM, (SOROT1.ID) – Akhir pekan merupakan momen yang dinanti-nanti oleh warga Kepulauan Riau untuk melepas penat. Baik itu untuk menyeberang antar-pulau, berwisata ke pantai, atau sekadar berkumpul bersama keluarga. Namun, dinamika cuaca di wilayah kepulauan sering kali berubah dengan cepat.
Menyambut hari Sabtu, 27 Juni 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Hal ini dipicu oleh kelembapan udara yang relatif tinggi di lapisan atas, sehingga menyuplai uap air yang cukup untuk pembentukan awan hujan.
Suhu Udara dan Kelembapan
Suhu udara di wilayah Kepri secara umum berkisar antara 24°C hingga 32°C dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, berkisar antara 65% hingga 95%. Angin diprakirakan bertiup dari arah Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 km/jam. Kondisi ini membuat suasana di siang hari akan terasa sedikit gerah sebelum turunnya hujan.
Bagi warga Batam dan Tanjungpinang yang berencana beraktivitas di luar ruangan sejak pagi hari, sangat disarankan untuk mengantisipasi turunnya hujan lokal. Meski intensitasnya diprediksi ringan, hujan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya akibat jalanan yang licin.
Catatan Khusus untuk Sektor Kelautan
Sektor transportasi laut yang menjadi urat nadi perekonomian Kepri diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Fenomena cuaca buruk sesaat seperti squall line (deretan awan badai) kerap terjadi di perairan Kepri, yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang secara mendadak serta peningkatan tinggi gelombang secara tiba-tiba.
Para nakhoda kapal pompong, feri domestik, hingga kapal nelayan tradisional di wilayah Natuna dan Kepulauan Anambas diharapkan terus memantau indikator cuaca riil dan tidak memaksakan diri berlayar jika kondisi di ufuk laut mulai menggelap. (***)
Editor : Ramadhan














Komentar