oleh

Tidak Hanya Menyeramkan, Film Pemikat Jiwa Mengganggu dengan Konflik Jay dan Wulan

-Film-39 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Film horor Indonesia terbaru berjudul Pemikat Jiwa menawarkan pengalaman yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga mengganggu secara emosional. Film ini hadir dengan tema pelet yang membawa teror gaib, namun di balik itu, konflik antara dua tokoh utama, Jay dan Wulan, menjadi pusat perhatian penonton.

Jay, diperankan oleh Fajar Nugra, digambarkan sebagai seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Wulan, yang diperankan oleh Givina Lukita. Namun, ketika perasaannya tidak mendapat tempat, Jay memilih jalan gelap dengan menggunakan pelet dan ajian Pemikat Jiwa untuk membuat Wulan jatuh cinta kepadanya.

banner 336x280

Konflik antara keduanya menjadi salah satu pusat ketegangan dalam film ini. Di satu sisi, Jay membawa rasa yang berubah menjadi obsesi, sedangkan di sisi lain, Wulan menjadi pihak yang hidup dan perasaannya ikut terganggu oleh rasa yang dipaksakan. Dari sini, Pemikat Jiwa membangun horor yang tidak hanya datang dari sosok gaib, tetapi juga dari hubungan manusia yang sudah kehilangan batas.

Kesannya setelah penayangan awal adalah bahwa horornya dapet, tapi konflik Jay dan Wulan juga bikin geregetan. Melalui karakter Jay, film ini menunjukkan bagaimana seseorang yang tidak mampu menerima penolakan bisa berubah menjadi sosok yang berbahaya. Jay tidak hanya digambarkan sebagai laki-laki yang jatuh cinta, tetapi sebagai seseorang yang merasa berhak memiliki. Tindakannya membuat penonton kesal, takut, sekaligus tidak nyaman karena terasa dekat dengan realitas hubungan yang tidak sehat.

Sementara itu, Wulan tidak hadir hanya sebagai korban dalam cerita. Karakternya mengalami perubahan yang perlahan meningkat sepanjang film. Dari sosok yang lembut, Wulan bergerak menuju kondisi yang semakin berani, semakin nekat, hingga kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Transformasi inilah yang membuat konflik dengan Jay terasa semakin mencekam.

Film arahan Dom Dharmo ini juga memperlihatkan bahwa pelet bukan hanya unsur mistis untuk menciptakan rasa takut. Dalam Pemikat Jiwa, pelet menjadi pintu masuk untuk membahas obsesi, manipulasi, dan cinta yang dipaksakan. Ketika rasa tidak lagi dibiarkan tumbuh secara alami, yang muncul bukan cinta, tetapi teror.

Kehadiran Yuni Yasmin sebagai Sasi Geni turut memperkuat sisi horor film. Sosok Sasi Geni menjadi bagian dari akibat yang muncul setelah manusia memilih jalan gelap. Teror yang dibawanya membuat konflik Jay dan Wulan tidak berhenti sebagai drama hubungan, tetapi berkembang menjadi ancaman yang semakin sulit dikendalikan.

Meski membawa unsur gaib yang kuat, film Pemikat Jiwa tidak hanya bertumpu pada jump scare. Ketegangan dibangun melalui cerita, atmosfer, konflik karakter, dan rasa tidak nyaman yang meningkat perlahan. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga dibuat kesal dan geregetan melihat bagaimana tindakan Jay menyeret Wulan ke dalam situasi yang tidak ia pilih.

Dengan konflik Jay dan Wulan sebagai jantung cerita, Pemikat Jiwa hadir sebagai horor lokal yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga mengganggu secara emosional. Film ini memperlihatkan bahwa teror paling menakutkan bisa bermula dari rasa yang dipaksakan atas nama cinta.

Film Pemikat Jiwa diproduseri oleh Shanker RS dan Rama Tribudiman sebagai Executive Producer. Film ini diproduksi oleh Makara Production yang berkolaborasi dengan NUSA Indonesia Bercerita, Jupiter, Salembe, AZ Film dan SHOW Token. Film ini juga menghadirkan Nuugro Agung sebagai penulis sekaligus penggagas ide cerita.

Film Pemikat Jiwa tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop seluruh Indonesia. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *