oleh

Pemkab Konawe Utara Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Sinergi TPID dan Produksi Berkelanjutan

banner 468x60

Pendekatan Strategis Pemkab Konawe Utara dalam Mengendalikan Inflasi

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) berhasil menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga selama tahun 2025. Dengan kepemimpinan Bupati Ikbar, Pemkab Konut menerapkan berbagai program strategis yang berbasis produksi dan kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data yang tersedia, inflasi di Konawe Utara pada tahun 2025 memiliki pola musiman dan berasal dari sektor pangan. Tekanan terbesar terjadi pada pertengahan tahun. Untuk itu, sektor pangan menjadi fokus utama dalam pengendalian inflasi. Pemkab Konut mengintegrasikan berbagai program lintas OPD melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

banner 336x280

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat pedesaan. Selain itu, upaya pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada kebijakan harga, tetapi juga mencakup transformasi struktural di sektor pangan dan distribusi.

“Bagi Kabupaten Konawe Utara, pengendalian inflasi bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga upaya memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput,” tulis dokumen tersebut.

Lima Program Strategis yang Dilaksanakan

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara menjalankan lima program strategis yang terencana dan berorientasi jangka menengah serta berdampak langsung pada stabilitas inflasi daerah sepanjang 2025:

  • Program Cetak Sawah Baru di wilayah Sawa, Oheo, dan Asera. Program ini berhasil membuka lahan seluas 500 hektare, sehingga mampu menambah kapasitas produksi beras lokal.
  • Program Padi Gogo APBN. Pemerintah merealisasikan penanaman seluas 169 hektare dengan capaian 99,1 persen yang berkontribusi memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
  • Program Gerakan Tanam Cabai Serentak dengan luasan sekitar 30 hektare yang bertujuan menekan fluktuasi harga komoditas cabai sebagai salah satu penyumbang utama volatile food.
  • Intervensi beras SPHP & CPP yang menjangkau 4.205 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan terbukti menjaga harga beras tetap stabil di bawah Rp16.000 per kilogram.
  • Program Pasar Murah dan Operasi Pasar. Kegiatan ini digelar sebanyak delapan kali yang turut membantu menjaga inflasi bulanan tetap terkendali di bawah 0,3 persen.

Hasil dan Tantangan yang Dihadapi

Secara keseluruhan, rangkaian program ini menunjukkan langkah terarah Pemkab Konawe Utara dalam menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, dan memastikan inflasi tetap berada pada level aman sepanjang tahun 2025 yang masih tergolong moderat, dengan rata-rata kenaikan harga bahan pokok sekitar 3,3%.

Capaian ini turut menunjukkan bahwa ekonomi daerah semakin resilien (tangguh) menghadapi tekanan harga pangan nasional maupun gangguan cuaca ekstrem. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang perlu diperkuat agar pengendalian inflasi lebih efektif di tahun-tahun berikutnya.

Kesimpulan

Melihat potensi dan tantangan yang ada, dapat disimpulkan bahwa strategi pengendalian inflasi Konawe Utara pada 2025 sudah berjalan ke arah yang tepat. Pemerintah daerah mampu menggeser fokus kebijakan dari sekadar intervensi harga menuju penguatan produksi dan pasokan pangan lokal.

Berkat kerja nyata Bupati bersama TPID, inflasi berhasil dijaga pada level aman melalui peningkatan kapasitas produksi, kelancaran distribusi, intervensi pasar yang tepat, serta sinergi erat antara pemerintah daerah, Bulog, BI, dan masyarakat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *