Sorot1.id — Suara bising yang memekakkan telinga dari knalpot brong telah lama menjadi momok bagi ketenangan warga di pemukiman padat penduduk, khususnya di Kecamatan Sekupang. Sering kali diasosiasikan dengan perilaku remaja dan aksi balap liar, fenomena ini tidak hanya mengganggu istirahat warga, tetapi juga menjadi pemicu potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.
Menyadari bahwa penindakan di jalan raya saja tidak cukup, Polsek Sekupang mengambil langkah lebih mendasar: melakukan “intervensi dari hulu” melalui pendekatan persuasif kepada para pelaku usaha bengkel sepeda motor.
Mendatangi “Titik Awal” Kebisingan
Pada Rabu (03/06/2026), dua Bhabinkamtibmas andalan Polsek Sekupang, Aipda Boy Saputra Panggabean dan Aiptu Indoludin, melangkah lebih jauh dari sekadar patroli jalanan. Mereka turun langsung menyambangi bengkel-bengkel kecil yang tersebar di Tiban Lama hingga Tiban Baru.
Bagi kepolisian, bengkel bukan sekadar tempat servis, melainkan “titik awal” di mana modifikasi kendaraan dimulai. Dengan menyambangi Bengkel Putra dan Bengkel Mitra Sejati, petugas ingin memastikan bahwa akses terhadap knalpot yang tidak sesuai spesifikasi (brong) tertutup rapat.
“Kami tidak datang untuk mematikan usaha warga. Kami datang sebagai mitra untuk menyelaraskan visi, agar usaha mereka sejalan dengan terciptanya ketertiban lingkungan,” ungkap Aipda Boy Saputra Panggabean di sela-sela kegiatannya.
Edukasi Humanis: Mengubah Mentalitas Pelaku Usaha
Pendekatan yang dilakukan petugas di lapangan jauh dari kata intimidatif. Petugas berdialog dengan pemilik bengkel mengenai dampak sosial dari kebisingan kendaraan terhadap warga sekitar, seperti lansia yang butuh ketenangan, bayi yang sedang tidur, hingga siswa yang sedang belajar.
Hasilnya? Para pemilik bengkel secara kooperatif menyatakan komitmen mereka. Alex, pemilik Bengkel Mitra Sejati, mengakui bahwa edukasi dari Bhabinkamtibmas memberikan perspektif baru baginya. Bahwa dengan tidak menyediakan knalpot brong, ia secara tidak langsung telah membantu menjaga nama baik lingkungannya.
Sinergi untuk Keamanan yang Berkelanjutan
Upaya Kapolsek Sekupang, KOMPOL Hippal Tua Sirait, S.H., M.H., untuk menekan peredaran knalpot brong ini adalah bagian dari strategi besar untuk menjaga Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah Batam.
Polisi sadar, razia di jalan raya sering kali hanya bersifat sementara. Namun, ketika pemilik bengkel berkomitmen untuk tidak menjual barang ilegal tersebut, dampaknya akan terasa lebih permanen. Ini adalah langkah preventif yang cerdas: memutus mata rantai masalah sebelum sempat turun ke jalan raya.
Ajakan Kolektif untuk Warga Batam
Polsek Sekupang kini bukan hanya menjaga keamanan dari tindak kriminal, tapi juga menjadi penjaga kenyamanan ruang publik. Melalui pendekatan kemitraan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat di Sekupang kian menguat. Masyarakat kini merasa lebih memiliki “polisi di lingkungannya sendiri” yang peduli pada isu-isu kecil namun krusial bagi kenyamanan hidup sehari-hari.
Polsek Sekupang pun menutup pesan hari ini dengan ajakan kepada orang tua. “Kendaraan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita bersama. Pastikan kita tidak membiarkan mereka menggunakan komponen yang dapat merugikan orang lain,” tutup Kompol Hippal.
Di wilayah hukum Sekupang, harapan untuk kota yang lebih tenang dan tertib perlahan mulai terwujud, satu bengkel dan satu obrolan persuasif demi satu tujuan: kenyamanan bersama. (Zul)
Editor : Ramadhan














Komentar