KARIMUN, (SOROT1.ID) – Perairan perbatasan Indonesia-Malaysia kembali menjadi medan tempur melawan peredaran narkotika internasional. Dalam sebuah operasi penyergapan yang berlangsung dramatis, Tim Reaksi Cepat Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika bernilai miliaran rupiah di perairan Timur Laut Pulau Takong Iyu, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis Sabu-Sabu seberat 1,84 kilogram dan 582 butir pil Ekstasi merek Hellcat yang dibawa langsung dari Malaysia. Bersama barang bukti tersebut, petugas juga meringkus seorang kurir jaringan internasional berinisial AK (67), yang sehari-hari menyamar sebagai nelayan lokal.
Kronologi Penangkapan: Aksi Kejar-Kejaran di Tengah Laut
Pengungkapan kasus besar ini bermula dari informasi intelijen dan laporan masyarakat yang mengendus adanya rencana pengiriman narkoba dari Malaysia menuju Tanjung Balai Karimun. Merespons informasi berharga tersebut, Tim Reaksi Cepat TNI AL langsung bergerak melakukan pengintaian (surveilans) secara senyap di titik-titik rawan yang diprediksi akan menjadi jalur perlintasan pelaku.
Saat kapal kayu jenis speedboat yang dicurigai muncul, petugas langsung melakukan upaya penghadangan. Namun, pelaku tidak menyerah begitu saja.
“Saat penangkapan terbilang dramatis. Kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka tidak terhindarkan di tengah laut. Tersangka berupaya keras untuk melarikan diri dan memacu kapalnya, namun dengan kesigapan dan taktik pengepungan yang matang dari petugas, pelaku akhirnya berhasil diringkus,” ungkap Komandan Kodaeral IV, Laksamana Muda (Laksda) TNI Berkat Widjanarko.
Modus Cerdik Tersangka: Memanfaatkan Usia, Termos, dan Dua Identitas
Setelah kapal berhasil dikuasai, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh. Di sinilah modus cerdik tersangka AK terungkap. Pria berusia 67 tahun ini memanfaatkan profesinya sebagai nelayan untuk mengelabui petugas patkamla.
Untuk menyembunyikan barang haram tersebut, AK memasukkannya ke dalam termos nasi/ikan, sehingga sekilas ia tampak seperti nelayan biasa yang baru pulang melaut membawa perbekalan.
Selain itu, petugas juga menemukan fakta menarik:
-
Identitas Ganda: Meskipun berstatus warga negara Indonesia, AK memiliki Kartu Izin Mengemudi (SIM) resmi yang dikeluarkan oleh negara Malaysia, memudahkan mobilisasinya di wilayah perbatasan.
-
Upah Menggiurkan: Dari hasil interogasi, tersangka mengaku tergiur menjadi budak jaringan internasional karena dijanjikan upah sebesar Rp40 juta jika barang haram tersebut berhasil menyentuh daratan Karimun.
Dampak Nyata: Rp1,9 Miliar & 12.000 Generasi Muda Diselamatkan
Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari nilai materiilnya, melainkan dari masa depan bangsa yang berhasil dilindungi.
| Aspek | Detail Informasi |
| Total Estimasi Nilai Ekonomi | Rp1,9 Miliar |
| Generasi Muda yang Diselamatkan | kurang lebih 12.000 Jiwa dari ancaman narkoba |
| Komitmen Hukum | Penguatan pengawasan laut berlapis di perairan Kepri |
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung penuh program Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto serta perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam penegakan hukum dan pemberantasan penyelundupan narkoba,” tegas Laksda TNI Berkat Widjanarko.
Dukungan Penuh dan Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Keberhasilan sinergi di laut ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tertinggi dari Bupati Tanjung Balai Karimun, Iskandarsyah. Menurutnya, tindakan tegas Kodaeral IV dan Lanal Karimun adalah bukti nyata bahwa negara hadir menjaga gerbang perbatasan.
Ia menambahkan bahwa aksi penindakan ini adalah implementasi konkret di lapangan dalam mendukung Asta Cita ke-7, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, perjudian, narkoba, dan penyelundupan.
“Di bawah Komando Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim akan semakin kokoh dan efektif. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi membentengi wilayah perairan Karimun dari ancaman peredaran gelap narkotika demi masa depan anak cucu kita,” pungkas Bupati Iskandarsyah. (*)
Editor : Ramadhan














Komentar