oleh

Menteri Hukum Sampaikan Prestasi Pemerintahan Prabowo ke Coalition Aksi Peradilan di Madrid

banner 468x60



JAKARTA,

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas berbagi pengalamannya dalam pembentukan Pos Bantuan Hukum Desa (Posbankum) kepada anggota Justice Action Coalition (JAC). Ia menjelaskan bahwa model Posbankum ini telah terbukti efektif dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat.

banner 336x280

Pengalaman ini disampaikannya dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (PTT) JAC di Madrid, Spanyol, pada Selasa (11/11/2025). PTT JAC dihadiri oleh pejabat setingkat menteri dari 18 negara, termasuk Indonesia, Kanada, Kosta Rika, Republik Dominika, Perancis, Jerman, Kosovo, Liberia, Belanda, São Tomé dan Principe serta Sierra Leone.

Supratman menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun, Indonesia telah berhasil menerapkan program keadilan yang berpusat pada masyarakat, meskipun menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan sumber daya di pemerintahan.

“Hingga saat ini, di bawah portofolio saya, untuk mencapai salah satu misi Presiden kami Prabowo Subianto yang disebut Asta Cita yang berfokus pada akses terhadap keadilan, Kementerian Hukum bekerja sama dengan Mahkamah Agung dan Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, kami membentuk Pos Bantuan Hukum di tingkat desa yang melayani secara gratis informasi hukum, konsultasi, mediasi, dan rujukan kepada pengacara untuk litigasi,” ujar Supratman dalam siaran pers, Rabu (12/11/2025).

“Kami juga mendorong organisasi advokat untuk menyediakan layanan pro bono bagi warga desa. Hingga hari ini, lebih dari 70.000 Pos Bantuan Hukum Desa telah didirikan. Target kami adalah mencapai 83.957 pos di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini,” sambungnya.

Selain itu, Kementerian Hukum juga bekerja sama dengan organisasi pemberi bantuan hukum yang telah melatih lebih dari 120.000 paralegal dan kepala desa sebagai juru damai. Kehadiran mereka bertujuan untuk membantu individu dalam menyelesaikan masalah hukum di tingkat desa.

“Kami mengusulkan untuk mengintensifkan kerja sama melalui peningkatan kapasitas yang dirancang khusus (tailor-made capacity-building) dan bantuan teknis bagi anggota Koalisi Akses Keadilan untuk mendukung kapasitas mereka dalam meningkatkan akses terhadap keadilan bagi semua,” ujar Supratman.

Saat ini, berdasarkan data real time BPHN, sudah lebih dari 2062 kasus ditangani Posbankum di seluruh Indonesia. Dominasi kasus terkait sengketa tanah, utang piutang, pidana ringan, perselisihan warga dan kekerasan dalam rumah tangga.

Justice Action Coalition sendiri merupakan aliansi multi-pemangku kepentingan yang terdiri dari berbagai negara dan organisasi yang berkomitmen untuk mewujudkan akses keadilan yang setara bagi semua orang.

Koalisi ini terdiri dari 21 negara, seperti Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Prancis, Jerman, Indonesia, Kosovo, Liberia, Luksemburg, Belanda, Nigeria, Norwegia, Portugal, São Tomé dan Príncipe, Sierra Leone, Kepulauan Solomon, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat (AS).

Selain itu, beberapa organisasi internasional juga menjadi anggota koalisi ini, di antaranya UNDP, OECD, Pathfinders, dan beberapa organisasi lainnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *