Penemuan Emas Terbesar dalam Sejarah China
China kembali menciptakan gebrakan besar dengan menemukan salah satu deposit emas terbesar dalam sejarah negara tersebut. Lokasi yang dikenal sebagai deposit Dadonggou di Provinsi Liaoning ini diperkirakan mengandung 2,586 juta ton bijih emas, dengan total sekitar 1.444 ton emas murni. Penemuan ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 15 bulan dan muncul tepat saat harga emas sedang berada di titik tertingginya.
Kementerian Sumber Daya Alam China mengumumkan bahwa deposit emas Dadonggou telah ditemukan pada Jumat, dan temuan ini menjadi cadangan emas terbesar yang pernah dilaporkan China sejak negara itu berdiri pada 1949. Dengan harga emas saat ini, nilai temuan tersebut diperkirakan bisa melampaui 192 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.216 triliun kurs saat ini). Penemuan ini datang pada saat harga emas global sedang berada di level tinggi.
Setelah melesat sejak 2020 dan menyentuh rekor lebih dari 4.000 dollar AS per ons (sekitar Rp 67 juta) pada Oktober 2025, kondisi pasar yang menguntungkan membuat nilai deposit ini semakin fantastis. Lonjakan permintaan dunia, mulai dari bank sentral hingga investor individu yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi, ikut memperkuat posisi emas sebagai komoditas primadona.
Strategi Besar China dan Dampaknya
Untuk mengembangkan tambang Dadonggou, China National Gold Group, Liaoning Mineral Geology Group, dan Pemerintah Kota Yingkou bekerja sama. Mereka menargetkan investasi lebih dari 20 miliar yuan (sekitar Rp 47,1 triliun) hingga 2027 untuk membangun rantai industri emas terpadu. Rantai industri emas terpadu itu meliputi eksplorasi, penambangan, pemrosesan, peleburan, hingga manufaktur. Proyek ini diprediksi menjadi penggerak ekonomi regional serta memperkuat pengaruh China di pasar emas global.
Penemuan besar ini bukan satu-satunya. Pada akhir 2024, otoritas setempat juga melaporkan temuan deposit emas super besar di Provinsi Hunan yang nilainya diperkirakan mencapai 83 miliar dollar AS. Keberhasilan beruntun ini didukung faktor geologis, di mana daratan China berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik yang menghasilkan aktivitas hidrotermal ideal untuk pembentukan emas.
Di tengah kondisi ini, para ahli meyakini China semakin mantap mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia. “Cadangan tambang yang melebihi 1.000 ton akan sangat memperkuat cadangan strategis nasional. Integrasi industri dari hulu ke hilir akan meningkatkan daya saing China di pasar global,” ujar Wang Yan, profesor di Sekolah Partai Komunis China di Shenyang, kepada media nasional.
Aset yang Dicari di Tengah Ketidakpastian Global
Penemuan cadangan emas raksasa ini terjadi saat permintaan global terhadap emas melonjak tajam. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik lebih dari 50 persen, dipicu oleh melemahnya dollar AS, memanasnya situasi geopolitik, serta pembelian agresif dari bank-bank sentral. Pembelian oleh bank-bank sentral terutama negara-negara berkembang yang ingin memperkuat dan mendiversifikasi cadangan mereka.
China sendiri tengah mempercepat eksplorasi mineral strategis dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pemerintah mengumumkan temuan deposit emas lebih dari 1.000 ton di Provinsi Hunan, disusul temuan lain sebesar lebih dari 40 ton di Gansu pada Oktober. Sepanjang tahun itu, produksi emas nasional mencapai 377,24 ton, meningkat tipis 0,56 persen dibanding tahun sebelumnya. Konsumsi dalam negeri pun melonjak hingga 985,31 ton sepanjang 2024.
Permintaan emas batangan dan koin naik lebih dari 24 persen, sejalan dengan semakin kuatnya minat kelas menengah China dalam menjaga nilai kekayaan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para analis menilai tren ini menegaskan posisi emas sebagai aset safe haven yang kian diminati masyarakat di seluruh negeri.














Komentar