oleh

Jabar Pimpin Daftar Kasus TB dengan 234 Ribu, Temuan Baru Capai 34,9%

-Berita-33 Dilihat
banner 468x60

Kasus Tuberkulosis di Jawa Barat yang Menjadi Perhatian Nasional

Jawa Barat masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan estimasi, terdapat sekitar 234.280 kasus TB di provinsi ini. Namun, hasil pemeriksaan lapangan selama Januari hingga Mei 2025 hanya menemukan 81.864 kasus atau sekitar 34,9% dari total estimasi tersebut.

Henry Diatmo, Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Indonesia (STPI), menyampaikan bahwa penemuan pasien TB sangat penting untuk mempercepat proses pengobatan dan mencegah penyebaran penyakit. Ia menekankan bahwa setiap orang yang berinteraksi dengan pasien TB harus diperiksa lebih lanjut.

banner 336x280

“Semakin cepat pasien TB ditemukan, semakin cepat penanganannya. Sebaliknya, jika penemuan pasien TB terlambat, risiko penyebaran penyakit bisa meningkat,” ujarnya.

Program Skrining Massal di Jawa Barat

Untuk mengatasi masalah ini, STPI sedang menjalankan program skrining massal menggunakan X-Ray di beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Tujuan dari program ini adalah mendukung program nasional Active Case Finding (ACF) dengan menargetkan kontak serumah maupun kontak erat pasien TB.

Henry menjelaskan bahwa pemeriksaan kontak erat kini tidak lagi dilakukan melalui skrining gejala, tetapi menggunakan X-Ray yang disediakan oleh STPI. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan memastikan semua individu yang berisiko dapat diidentifikasi secara dini.

Namun, salah satu kendala utama dalam program ACF nasional adalah ketidakmerataan distribusi mesin X-Ray di berbagai wilayah. Oleh karena itu, STPI berupaya memberikan dukungan tambahan untuk membantu program tersebut.

Langkah Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Langkah yang dilakukan STPI saat ini dimulai dengan koordinasi dengan Dinas Kesehatan di berbagai daerah. Selanjutnya, mereka akan melakukan ACF di pusat kesehatan masyarakat dengan jadwal harian. Tidak hanya fokus pada ACF, STPI juga melakukan investigasi kontak (IK) untuk mengecek orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien TB agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebaran TB yang Mengkhawatirkan

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus juga menyampaikan kekhawatiran terkait penyebaran TB di Jawa Barat. Data yang disampaikan selama lima bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa temuan kasus TB di Jawa Barat mencapai 189.532 kasus. Angka ini setara dengan 80,9% dari target nasional sebesar 67%.

Pertemuan antara Wakil Menteri Kesehatan dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu membahas pentingnya memperkuat penemuan kasus aktif (ACF). Dokter Benny menekankan perlunya pemerataan penggunaan alat mobi­le X-ray dan TCM (tes cepat molekuler), serta penanganan stigma terkait TB dan kusta.

Masalah Pengobatan yang Masih Tertinggal

Meskipun capaian penemuan kasus TB di Jawa Barat cukup tinggi, angka keberhasilan pengobatan masih tertinggal dari target nasional. Untuk terapi TB sensitif obat, capaian di Jabar hanya mencapai 80% dari target 90%. Sementara itu, jumlah pasien TB resisten obat yang ditangani baru mencapai 1.063 kasus dari target 2.866 kasus.

Selain itu, Jawa Barat juga memiliki 4.763 pasien TB yang juga menderita diabetes mellitus dan 1.165 pasien dengan HIV. Bahkan, ada sebanyak 2.294 jiwa yang meninggal dunia akibat penyakit ini.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *