oleh

Keluarga Dosen Untag Semarang Curiga Kematian ke AKBP Basuki, Diduga Minta Laptop dan HP Korban

-Berita-27 Dilihat
banner 468x60

Penyelidikan Terhadap AKBP Basuki yang Dugaan Keterlibatan dalam Kematian DLL

Keluarga dari DLL (35), seorang dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, mengungkapkan kecurigaan terhadap AKBP Basuki atas kematian korban. DLL ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di kamar sebuah hotel di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin (17/11/2025) sekira pukul 05.30 WIB.

AKBP Basuki, yang diketahui sebagai saksi utama dalam kasus ini, sempat menghubungi keluarga korban untuk memberitahu tentang kondisi DLL yang meninggal, namun pesan tersebut kemudian dihapusnya. Hal ini menambah keraguan dari keluarga, karena informasi kematian korban didapatkan pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, padahal korban ditemukan meninggal dunia subuh hari.

banner 336x280

Selain itu, kuasa hukum keluarga DLL, Zainal Abidin Petir, menyebut bahwa AKBP Basuki pernah meminta barang pribadi korban seperti laptop dan handphone kepada para penyidik. Permintaan tersebut ditolak oleh para penyidik di lapangan. Ia juga mengatakan bahwa AKBP Basuki panik di lokasi kejadian dan menduga ada sesuatu yang disembunyikan.

Dari pengurusan akta kematian korban, Zainal Abidin Petir menemukan bahwa DLL dimasukkan ke dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan AKBP Basuki. Di KK tersebut, terdapat empat orang, termasuk AKBP B, istrinya, seorang anak, dan korban. Hal ini memperkuat dugaan adanya hubungan dekat antara kedua pihak.

Polda Jawa Tengah sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Informasi-informasi kematian korban seperti adanya bercak darah di tubuh korban, barang bukti handphone dan laptop korban serta bukti lainnya masih dilakukan pendalaman oleh penyidik. Pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit.

AKBP Basuki Saksikan Korban Tewas

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, AKBP Basuki berada di kamar saat korban meninggal. Hal ini bertentangan dengan keterangan sebelumnya dari AKBP Basuki yang menyatakan bahwa dirinya mengetahui kematian korban pada siang hari.

Untuk mengungkap keterlibatan AKBP Basuki, Polda Jateng melakukan penyelidikan kasus dugaan pidananya. Polisi masih mengidentifikasi alat bukti yang ada seperti handphone dan laptop korban. Selain itu, mereka juga meminta keterangan saksi lain, seperti petugas hotel atau kostel.

Saat ini, AKBP Basuki telah ditahan atau menjalani penempatan khusus (Patsus) selama 20 hari mulai 19 November hingga 8 Desember 2025.

AKBP Basuki Akui Punya Hubungan dengan Korban

AKBP Basuki mengaku jika hubungan tersebut dimulai pada tahun 2020 atau sejak pandemi terjadi. Bahkan nama dosen muda itu sudah dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) dengan status family lain bersama istri dan satu anak Basuki. Hal tersebut disampaikan AKBP Basuki kepada penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa AKBP Basuki tinggal satu rumah dengan korban. Ketika peristiwa korban meninggal dunia, perwira menengah itu berada satu kamar dengan korban.

AKBP Basuki bakal menjalani sidang kode etik profesi polri sebelum masa penahanannya habis. Artanto menyebut, sidang kode etik akan dilakukan secepatnya. “Karena ini merupakan pelanggaran etik maka sanksi terberat adalah di PTDH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat/dipecat),” ujarnya.

Sempat Membantah Punya Hubungan

Sebelumnya, dalam pengakuan AKBP Basuki, ia menjelaskan bahwa dirinya mendampingi DLL karena kondisi kesehatan korban menurun sejak sehari sebelumnya. AKBP Basuki menyebut DLL memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kadar gula yang naik turun, bahkan sempat muntah-muntah pada Minggu sore. Ia pun mengaku sempat mengantarkan korban ke rumah sakit.

AKBP Basuki menegaskan tidak ada hubungan asmara dengan korban. Ia pun mengaku terkejut ketika menemukan DLL tergeletak tanpa busana keesokan hari. Ia hanya mengenal korban karena rasa simpati sejak orang tua DLL meninggal, bahkan sempat membiayai proses wisuda doktor. “Saya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,” katanya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *