Musim hujan tidak hanya membawa berbagai tantangan, seperti genangan air dan rumah yang bocor. Selain itu, musim ini juga mengubah pemandangan di halaman rumah kita. Saat musim panas tiba, suasana akan terlihat jauh berbeda dibandingkan saat musim hujan. Di musim hujan, bunga-bunga mulai mekar, namun tanaman juga tumbuh lebih cepat, termasuk gulma yang bisa mengganggu keindahan halaman. Halaman tampak lebih hijau dan rimbun, tetapi kadang juga terlihat tidak terawat.
Banyak hewan pun muncul di tengah-tengah kondisi ini. Ular, ulat bulu, bekicot, lintah, serta berbagai jenis serangga sering kali muncul, bahkan menempel di dinding rumah. Bagi penggemar tanaman, musim hujan bisa menjadi masa yang membuat galau. Di satu sisi, tanaman tumbuh subur, tetapi di sisi lain, pertumbuhan gulma yang tidak terkendali menjadi tugas tambahan untuk membersihkan halaman secara rutin.
Jadwal Membersihkan Tanaman yang Tidak Teratur Saat Musim Hujan
Saya sendiri cukup kewalahan karena tidak selalu memiliki waktu untuk membersihkan gulma dan memotong tanaman yang terlalu panjang. Apalagi tanaman yang tumbuh merambat. Biasanya, kami merapikan halaman di akhir pekan ketika suami pulang kerja. Kami bekerja sama untuk mencabut rumput, merapikan halaman, menanam ulang, dan melakukan aktivitas lain sepanjang hari. Suami bertugas memangkas tanaman yang tinggi.
Namun, curah hujan yang tinggi membuat kami harus siap dengan hujan yang turun sejak pagi. Hal ini membuat kami sering mengurungkan niat untuk merapikan halaman. Ditambah lagi, tanah yang becek dan kehadiran hewan-hewan yang tiba-tiba muncul ketika membersihkan rumput semakin memperumit situasi.
Besok adalah hari Sabtu, semoga cuaca memungkinkan untuk segera merapikan tanaman yang sudah terlalu tinggi dan rimbun. Beberapa tanaman memang perlu segera dirapikan.
Bersiap dengan Kehadiran Ular dan Hewan Lainnya
Musim hujan tidak hanya membuat tanaman tumbuh pesat, tetapi juga mengundang hewan-hewan untuk berkembang biak di sekitar rerimbunan. Tidak jarang kami menemukan ular kecil, ulat, cacing, lintah, bekicot, dan hewan lainnya. Karena lokasi tempat tinggal kami dekat dengan tanah terbuka dan kebun, hewan-hewan ini mudah bersarang di sekitar rumah.
Beberapa hari lalu, ada ular kecil yang tidak sengaja terinjak oleh suami saat hendak berwudhu. Ia mengira itu adalah karet yang tergeletak. Ternyata, ular tersebut seukuran kelingking. Saya juga sering secara tidak sengaja menyentuh keong tanpa rumah, ulat bulu, cacing, dan lintah saat mencabut rumput. Sensasi dingin dan sejuk di tangan, tetapi tekstur yang kenyal dan lembek membuat saya merasa jijik.
Jadi, jangan heran jika musim hujan tiba, banyak hewan yang ikut berpesta di tengah rerimbunan pepohonan.
Solusi Tanaman Rimbun dan Hewan Liar
Tidak ada solusi yang paling ramah lingkungan selain membersihkannya secara manual. Mencabut rumput hingga akar, memangkas tanaman secara berkala, atau menanam tanaman yang bisa menutupi tanah adalah cara yang efektif.
Namun, jika ingin mencegah pertumbuhan gulma di halaman, kita bisa mencoba menyebarkan daun bambu di antara tanaman hingga menutupi tanah di sekitar tanaman inti. Cara ini cocok digunakan di lahan yang luas, meskipun mungkin mengganggu estetika halaman.
Tips lain yang tidak merusak lingkungan adalah menggunakan garam, cuka, dan air panas. Meskipun cara ini hanya berlangsung sementara, namun cukup efektif. Hindari penggunaan obat pembasmi gulma secara berlebihan karena bisa membahayakan tanaman lain.
Atur jadwal pemberian pupuk saat musim hujan agar pertumbuhan gulma bisa diminimalisir. Untuk mencegah kemunculan hewan, pastikan tidak ada tempat yang memungkinkan ular dan hewan lain bersembunyi. Gunakan garam krosok atau zat yang bisa mengusir hewan.
Semoga informasi ini bermanfaat.












Komentar