oleh

Kiai Miftachul Akhyar, Ulama Ternama yang Tandatangani Surat Mundur Gus Yahya

-Berita-27 Dilihat
banner 468x60

Profil KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU yang Dianggap Pemimpin Tertinggi dalam NU

KH Miftachul Akhyar adalah sosok penting dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Rais Aam PBNU. Jabatan ini merupakan posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan NU dan dikenal juga sebagai Ketua Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sebagai pemimpin tertinggi di jajaran syuriyah PBNU, Rais Aam memiliki kewenangan untuk membuat keputusan kolektif yang bersifat mengikat dan harus ditaati oleh seluruh anggota organisasi.

Tugas utama Rais Aam meliputi mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan keputusan muktamar dan kebijakan umum PBNU, memimpin serta mengawasi tugas-tugas pengurus besar syuriyah, dan bersama Ketua Umum PBNU menandatangani keputusan strategis. Selain itu, Rais Aam juga berhak membatalkan keputusan yang bertentangan dengan AD/ART NU.

banner 336x280

Secara singkat, Rais Aam PBNU bertanggung jawab sebagai penjaga moral, arahan, dan pelaksana utama keputusan dalam organisasi Nahdlatul Ulama, memastikan bahwa seluruh kegiatan dan kebijakan berjalan sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Posisi ini sangat penting sebagai pemimpin spiritual dan pengarah utama bagi para ulama dan pengurus PBNU dalam menjalankan visi dan misinya.

Karena posisi Rais Aam PBNU begitu penting, KH Miftachul Akhyar pun sangat dihormati. Oleh karena itu, ketika KH Miftachul Akhyar menandatangani risalah rapat harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang isinya mendesak agar Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua PBNU, suasana pun riuh. Namun, Gus Yahya sudah menegaskan bahwa dia tidak akan mundur dari jabatannya saat ini.


Sama sekali tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk mundur dari Ketua Umum PBNU.
Saya mendapat mandat 5 tahun memimpin NU, karena itu akan saya jalani selama 5 tahun, insyā Allāh saya sanggup.
Terkait dengan edaran Risalah Harian Syuriah PBNU yang akan memundurkan Ketua Umum, maka saya tandaskan, menurut konstitusi AD/ART tidak berwenang untuk memberhentikan Ketua Umum
,” tulis Gus Yahya di akun Instagram pribadinya.

Latar Belakang dan Karier KH Miftachul Akhyar

KH Miftachul Akhyar lahir pada 30 Juni 1953. Ia merupakan putra kesembilan dari 13 bersaudara dari pasangan KH Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah di Surabaya. Dalam pendidikannya, KH Miftachul Akhyar menempuh pendidikan pesantren di berbagai tempat seperti Pondok Pesantren Tambakberas, Pondok Pesantren Sidogiri Jawa Timur, Pondok Pesantren Lasem di Jawa Tengah, dan mengikuti majelis ta’lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang.

Dalam kariernya, KH Miftachul Akhyar pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000-2005), Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007-2013 dan 2013-2018), Wakil Rais Aam PBNU (2015-2020), serta Penjabat Rais Aam PBNU (2018-2020). Kemudian ia terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026, yang merupakan posisi pimpinan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, beliau juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya, yang didirikannya mulai dari nol sebagai pusat pengajian dan dakwah. KH Miftachul Akhyar dikenal memiliki penguasaan agama yang mendalam dan akhlak yang mulia, menjadikannya tokoh dihormati dalam dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Biodata Singkat KH Miftachul Akhyar

  • Nama: KH Miftachul Akhyar
  • Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
  • Asal: Surabaya, Jawa Timur
  • Orang Tua: Ayah: KH Abdul Ghoni (Pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah Surabaya)
  • Anak ke-9 dari 13 bersaudara

Pendidikan

  • Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang
  • Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
  • Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah
  • Majelis ta’lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang

Karier dan Jabatan

  • Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005)
  • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018)
  • Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020)
  • Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020)
  • Rais Aam PBNU periode 2021–2026

Aktivitas Lain

  • Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya

Kepribadian dan Kiprah

  • Dikenal sebagai ulama yang berilmu mendalam, berakhlak mulia, serta dihormati dalam dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama.
  • Aktif berdakwah dan membina santri melalui pesantren yang dibangunnya dari awal.
banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *