oleh

PTDI Memperpanjang Usia 9 Pesawat C-130H Hercules TNI AU dengan Modernisasi

-Berita-31 Dilihat
banner 468x60

PTDI Melakukan Modernisasi Pesawat C-130H Hercules TNI-AU

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini tengah melakukan modernisasi terhadap sembilan pesawat C-130H Hercules yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU). Proses modernisasi ini diharapkan mampu memperpanjang umur pesawat hingga 15 tahun. Untuk menandai dimulainya pengerjaan, PTDI menggelar acara Aircraft Induction C-130 dengan pesawat beregistrasi A-1321 di Aircraft Services PTDI, Bandung, pada Rabu, 26 November 2025.

Modernisasi yang dilakukan oleh PTDI meliputi Center Wing Box Replacement (CWBR) dan Avionic Upgrade Program (AUP). Seluruh pekerjaan akan dikerjakan di dalam negeri, yaitu di fasilitas PTDI. Program ini merupakan tindak lanjut dari kontrak pekerjaan modernisasi sembilan unit pesawat C-130 yang telah disepakati antara PTDI dan Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kementerian Pertahanan RI.

banner 336x280

Selain itu, telah dilakukan penandatanganan Berita Acara (BA) serah terima pesawat C-130 antara TNI AU, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, dan PTDI. Penandatanganan ini menjadi dasar resmi dimulainya proses modernisasi terhadap unit pertama pesawat tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, serta Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Modernisasi C-130, Kolonel Arif Djoko. Hadir pula tim Aircraft Induction dari Kemhan RI dan TNI AU.

Investasi Jangka Panjang

Menurut Moh Arif Faisal, PTDI telah menjalin kerja sama strategis dengan Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Kohartamatau). Kerja sama ini mencakup pendayagunaan sumber daya manusia (SDM) dari PTDI dan TNI AU, penggunaan special tools dan ground support equipment, serta pemanfaatan fasilitas bonding & composite PTDI.

Upaya ini bertujuan untuk menyiapkan fasilitas teknis, peralatan khusus, serta personel berkualifikasi yang dibutuhkan dalam memastikan kelancaran proses modernisasi sembilan unit C-130 berikutnya.

Modernisasi dan perpanjangan umur pesawat C-130H TNI-AU ini memiliki fungsi penting sebagai pesawat angkut berat untuk misi logistik, operasi kemanusiaan, dan pertahanan negara. Pelaksanaan modernisasi di dalam negeri menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri, sekaligus mempercepat siklus pemeliharaan pesawat-pesawat TNI AU.

Bagi PTDI, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kompetensi teknis, peningkatan kemampuan produksi komponen, serta penguatan ekosistem industri pertahanan nasional. Kedepannya, keberhasilan modernisasi C-130 ini diharapkan dapat memperluas kapabilitas Indonesia dalam MRO pesawat angkut militer dan memperkuat posisi PTDI sebagai pusat pemeliharaan alutsista udara yang memiliki kompetensi global.

Peran Pesawat C-130H dalam Misi Kemanusiaan

Menurut Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Modernisasi C-130, Kolonel Arif Djoko, kesembilan pesawat C-130H yang dimodernisasi dan dipanjangkan umurnya oleh PTDI adalah pesawat yang diterima TNI-AU pada tahun 1981-1982. “Harapan kami, kesembilan pesawat C-130 Hercules itu bisa bertahan hingga 15 tahun ke depan atau setara dengan 25.000 jam terbang lagi,” ujarnya.

Pesawat-pesawat C-130H milik TNI-AU digunakan untuk berbagai misi kemanusiaan, seperti bencana alam dan gempa bumi, termasuk misi kemanusiaan di jalur Gaza Palestina. Namun, saat ini, kesembilan pesawat C-130H tersebut sudah habis masa pakai sejumlah komponen aktifnya. Oleh karena itu, modernisasi sangat penting untuk memastikan kesiapan pesawat dalam menjalankan tugas-tugas strategis.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *