oleh

Tradisi Scaffolding Bambu Hong Kong Dikritik Pasca Kebakaran Mematikan di Wang Fuk Court

-Berita-28 Dilihat
banner 468x60

Kebakaran di Tai Po: Bambu sebagai Pemicu Utama

Kebakaran besar yang menewaskan puluhan orang di Tai Po, Hong Kong, kembali memicu perdebatan tentang penggunaan scaffolding bambu. Material yang sudah menjadi tradisi ratusan tahun ini ternyata memiliki risiko tinggi terhadap keamanan. Dalam insiden terbaru, scaffolding bambu berperan penting dalam penyebaran api yang cepat di Wang Fuk Court.

Api dengan cepat melalap jaring hijau dan tiang bambu yang menutupi bangunan. Perancah tersebut kemudian roboh, menyebabkan potongan material yang menyala jatuh ke jalan. Hal ini memperlihatkan betapa rentannya struktur yang dibuat dari bahan alami ini.

banner 336x280

Bambu telah lama menjadi pilihan utama scaffolding di Hong Kong. Tradisi ini berasal dari Tiongkok daratan dan sudah digunakan sejak zaman kuno, bahkan dipercaya ikut dipakai dalam pembangunan Tembok Besar China. Meski banyak kota besar di Asia telah beralih ke metal scaffolding, Hong Kong masih mempertahankan penggunaan bambu.

Saat ini terdapat sekitar 2.500 ahli scaffolding bambu terdaftar, sementara jumlah pekerja scaffolding metal mencapai tiga kali lipat. Pemandangan para pekerja memanjat gedung pencakar langit untuk memasang rangka bambu sudah menjadi bagian khas kota tersebut. Perancah itu dipadukan dengan jaring hijau untuk mencegah material jatuh ke jalan, seperti yang juga terpasang di Wang Fuk Court.

Penyelidikan dan Langkah Pemerintah

Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan telah membentuk gugus tugas untuk menyelidiki penyebab kebakaran. “Unit peninjau independen akan menyelidiki apakah dinding luar bangunan memenuhi standar penahan api,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Jika ada pelanggaran, kami akan menindak sesuai aturan.”

Pemerintah berjanji akan memeriksa proyek renovasi yang sedang berjalan, termasuk memastikan jaring dan bahan yang digunakan memenuhi standar keselamatan. Pada Maret lalu, pemerintah mengumumkan bahwa setidaknya 50 persen proyek publik baru diwajibkan menggunakan scaffolding metal. Namun kebijakan ini lebih banyak menyoroti keselamatan pekerja daripada risiko kebakaran.

Data pemerintah mencatat 22 pekerja scaffolding bambu meninggal antara 2019 dan 2024. Meski demikian, pemerintah belum berniat melarang penggunaan perancah bambu. Pada Juli lalu, Menteri Tenaga Kerja Chris Sun mengatakan pemerintah “tidak berniat melarang” penggunaan scaffolding bambu.

Riwayat Kebakaran Akibat Scaffolding Bambu

Insiden kebakaran akibat perancah bambu sebenarnya bukan pertama kalinya. Pada Oktober lalu, scaffolding di Chinachem Tower di distrik Central juga terbakar dan membuat jendela serta dinding luar gedung hangus. Asosiasi Korban Kecelakaan Industri Hong Kong mencatat sedikitnya dua kebakaran lain yang melibatkan perancah bambu sepanjang tahun ini.

Kode praktik keselamatan pemerintah menyatakan bahwa jaring dan pelindung yang dipasang pada scaffolding harus memiliki bahan penahan api sesuai standar. Namun Jason Poon, seorang whistle-blower yang pernah mengungkap cacat konstruksi di kota itu, mengatakan ia sudah memperingatkan pemerintah sejak tahun lalu mengenai kurangnya bahan penahan api pada jaring scaffolding di salah satu kompleks perumahan lain. Ia mengaku laporannya tidak digubris.

Reuters menyebut permintaan komentar kepada otoritas pemadam, bangunan, dan tenaga kerja belum mendapat respons hingga artikel ini diterbitkan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *