oleh

Tumbler Tuku Hilang: Universitas Sahid Buka Suara Soal ‘Anita’ yang Viral

-Berita-31 Dilihat
banner 468x60

Universitas Sahid Menjelaskan Status Mahasiswa yang Viral

Universitas Sahid (Usahid) terlibat dalam kontroversi yang muncul akibat viralnya kehilangan tumbler Tuku di Kereta Rel Listrik (KRL). Banyak netizen mengungkap bahwa Anita, pemilik akun Threads @anitadwdl, merupakan mahasiswa atau lulusan dari kampus tersebut. Namun, pihak kampus secara tegas membantah adanya hubungan kelembagaan dengan sosok yang memicu kegaduhan di media sosial.

Melalui akun Instagram resminya, Usahid mengklarifikasi bahwa individu yang dikenal dengan nama Anita, pemilik akun Threads @anitadwdl, bukanlah bagian dari civitas akademika mereka. Pihak universitas segera merilis pernyataan resmi untuk menanggapi simpang siur informasi yang beredar, terutama yang mengaitkan institusi mereka dengan kasus viral tumbler Tuku di KRL.

banner 336x280

Usahid memastikan bahwa Anita diketahui hanya terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester dan tidak pernah menyelesaikan studinya di kampus tersebut. Berikut adalah kutipan resmi yang disampaikan oleh Universitas Sahid melalui Instagram @universitas.sahid:

  1. Atas Nama ANITA DEWI LESTARI bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan Universitas Sahid
  2. Berdasarkan penelusuran data internal, yang bersangkutan hanya terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester dan tidak menyelesaikan studi, sehingga bukan termasuk alumni Universitas Sahid. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/ A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi dan yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.
  3. Universitas Sahid tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
  4. Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan institusi Universitas Sahid, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.

Pernyataan ini jelas memisahkan Usahid dari kontroversi yang ada. Kampus mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan institusinya, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.

Kronologi Singkat Kasus Tumbler Tuku Viral

Kasus ini bermula ketika Anita (@anitadwdl) mengaku kehilangan tasnya yang berisi tumbler Tuku di KRL. Meskipun petugas keamanan KAI sempat menemukan tasnya, tumbler di dalamnya diklaim hilang saat Anita mengambilnya keesokan hari. “TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline,” tulis Anita yang kemudian menjadi viral.

Unggahan viral ini sempat menyeret petugas layanan penumpang Stasiun Rangkasbitung, Argi. Argi, yang dituding terlibat, bahkan sempat mengaku terancam dipecat. Ia menawarkan ganti rugi, namun ditolak.

Petugas KAI Tidak Dipecat, Kasus Berakhir Damai

Akhir dari drama hilangnya tumbler Tuku ini berujung manis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan petugas Argi tidak dipecat dan tetap bertugas. Kedua belah pihak yang terlibat dalam insiden viral ini telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan melalui mediasi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk melindungi karyawannya. “Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Bobby, Kamis (27/11).

Hal ini sekaligus menepis isu pemecatan yang sempat beredar di media sosial. Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, juga menegaskan penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI. “KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.

Klarifikasi dari Universitas Sahid ini menutup satu babak dari drama viral ini, sekaligus meluruskan informasi mengenai status netizen yang memicu polemik tersebut.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *