oleh

Sekolah di Talang Kelapa Banyuasin Tidak Bisa Terima MBG, SPPG Berhenti Beroperasi

-Berita-34 Dilihat
banner 468x60

Masalah Distribusi MBG di Sekolah Banyuasin

Penghentian operasional SPPG Sukajadi Timur sejak 25 November 2025 menyebabkan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhenti di beberapa sekolah di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan protes dari para orangtua siswa yang awalnya mengira sekolah tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Sekolah Terdampak dan Protes Orangtua

Sebanyak 433 siswa SDN 34 Talang Kelapa tidak menerima MBG, termasuk siswa kelas 1 dan 2 yang sedang melaksanakan ulangan. Kepala SDN 34 Talang Kelapa, Rusmadi, membenarkan bahwa pengiriman MBG terhenti sejak tanggal tersebut. Ia menegaskan bahwa masalah bukan disebabkan oleh pihak sekolah, melainkan karena SPPG Sukajadi Timur yang berhenti beroperasi mendadak akibat masalah internal.

banner 336x280

“Tentu ini kami jelaskan kepada orangtua. Bukan kesalahan sekolah, tetapi memang tidak ada pengiriman dari SPPG,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Sekolah-sekolah lain yang berada di bawah SPPG Sukajadi Timur juga mengalami dampak serupa. Pihak sekolah telah menghubungi SPPG Sukajadi Timur dan mendapatkan konfirmasi resmi melalui pesan WhatsApp bahwa distribusi MBG dihentikan tanpa batas waktu.

Perubahan Layanan dan Kurangnya Koordinasi

Sebelum pergantian layanan ke SPPG Sukajadi Timur, SDN 34 Talang Kelapa mendapatkan layanan dari SPPG Sukomoro tanpa kendala. Namun setelah pergantian tersebut, muncul masalah internal yang berdampak langsung kepada siswa dan membuat sekolah menjadi sasaran keluhan orangtua.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin, Hj. Yosi Zartini, membenarkan adanya gangguan distribusi MBG dan menyebut tengah melakukan koordinasi dengan pihak SPPG Banyuasin untuk mencari solusi agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Permasalahan ini baru diketahui setelah tidak ada kiriman MBG selama beberapa hari. Seharusnya SPPG Sukajadi Timur memberi pemberitahuan sebelumnya,” tegasnya.

Dinas Pendidikan juga sedang mendata semua sekolah yang terdampak, mengingat tidak ada koordinasi resmi terkait pergantian dari SPPG Sukomoro ke SPPG Sukajadi Timur. Minimnya informasi ini akhirnya memunculkan persepsi negatif dari masyarakat terhadap sekolah dan dinas pendidikan.

Penjelasan Pihak SPPG Sukajadi Timur

Penghentian operasional oleh SPPG Sukajadi Timur sejak 25 November 2025 menjadi penyebab terhentinya distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke beberapa sekolah di Kabupaten Banyuasin. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Sukajadi Timur, Reza Fahlevi Harahap, melalui pesan resmi yang diterima pihak sekolah.

Dalam pesan tersebut, Reza menyatakan bahwa SPPG Sukajadi Timur tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu akibat adanya permasalahan internal yang belum dapat diselesaikan. Operasional dihentikan tanpa batas waktu, sehingga seluruh sekolah, guru, siswa hingga peserta posyandu yang berada di bawah layanan SPPG tersebut terdampak.

“Mulai Hari Selasa tanggal 25 November 2025, SPPG Sukajadi Timur tidak beroperasional dikarenakan permasalahan internal hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kami memohon maaf sebesar-besarnya apabila terjadi kesalahpahaman selama SPPG Sukajadi Timur beroperasi,” katanya.

Solusi yang Dicari

Dinas Pendidikan Banyuasin terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Pihak dinas akan melakukan pendataan terhadap semua sekolah yang terdampak dan berkoordinasi dengan pihak SPPG Banyuasin untuk memastikan distribusi MBG dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, dinas juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi antara pihak sekolah dan penyedia layanan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti yang terjadi sebelumnya.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *