oleh

Mendagri Ajak Pemda Kolaborasi dengan Kadin Tingkatkan Ekosistem Usaha Daerah

-Berita-26 Dilihat
banner 468x60

Peran Kadin dan Pemda dalam Membangun Ekosistem Usaha yang Sehat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam memperkuat ekosistem usaha di berbagai wilayah. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendagri saat menjadi pembicara dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2025, yang mengangkat tema “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia”. Acara ini digelar di The Park Hyatt Hotel, Jakarta, pada Senin 1 Desember 2025.

banner 336x280

Dalam paparannya, Mendagri menyampaikan bahwa masih banyak daerah yang memiliki potensi besar namun belum tergarap secara maksimal karena minimnya perspektif bisnis. Ia menilai sektor swasta harus diberdayakan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Bagi rekan-rekan kepala daerah saya sampaikan, yang enggak memiliki insting bisnis, sudahlah undang saja pengusaha. Mereka tergabung dalam Kadin, setiap kabupaten ada perwakilannya. Undang saja Kadin-nya datang,” ujarnya.

Ia mengajak para kepala daerah untuk menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku usaha, agar proses identifikasi peluang ekonomi dan solusi pengembangan daerah dapat lebih cepat dilakukan.

Menurut Mendagri, Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena kurangnya sentuhan kewirausahaan dalam tata kelola daerah.

“Potensi kelautan apalagi belum tereksplor, bukan main kekayaannya. Belum lagi kita memiliki sumber daya manusia nomor empat terbesar di dunia, dan 69 persen berada pada usia produktif,” tegas Tito.

Karena itulah, ia mendorong Pemda untuk melibatkan Kadin secara aktif sebagai mitra strategis yang mampu melihat peluang usaha yang mungkin terlewat oleh birokrat.

Contoh Keberhasilan Daerah Istimewa Yogyakarta

Mendagri juga menyinggung keberhasilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tetap mencatat pertumbuhan ekonomi positif meski diterpa pandemi Covid-19. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kuatnya sektor UMKM serta kebijakan yang pro-dunia usaha.

“Regulasi-regulasi dibuat pro untuk berusaha. Itu dilakukan Sri Sultan. Beliau sukses membuat pertumbuhan ekonomi tetap positif di tengah gempuran Covid. Data ini penting sekali,” katanya.

Ia menekankan bahwa daerah yang ingin melaju harus memastikan ekosistem usahanya sehat dan mendapat dukungan kebijakan yang ramah investasi.

Pentingnya Penyederhanaan Perizinan

Tito mengingatkan bahwa ketergantungan Pemda pada transfer pusat membuat pertumbuhan daerah rentan tertahan, apalagi jika sebagian besar anggaran justru tersedot untuk belanja pegawai. Karena itu, kemampuan menggali potensi ekonomi lokal menjadi sangat penting.

Ia menegaskan kembali pentingnya penyederhanaan perizinan, salah satunya melalui pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP), yang kini telah mencapai 296 unit di seluruh Indonesia.

“Di daerah-daerah yang ada Mal Pelayanan Publik, umumnya lebih mudah untuk berusaha,” ujar Mendagri.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *