oleh

Pesan Wali Kota Surabaya ke Danantara: Jangan Jadikan Daerah sebagai Objek

banner 468x60

Peran BUMN dalam Pembangunan Daerah

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan harapan bahwa kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Ia menekankan bahwa banyak daerah yang selama ini menjadi lokasi operasional BUMN jangan hanya dijadikan sebagai objek semata, tetapi juga harus dianggap sebagai subjek dalam pembangunan.

Eri mengungkapkan bahwa sejauh ini, daerah seperti Surabaya yang memiliki sejumlah perusahaan BUMN strategis belum merasakan dampak nyata dari aktivitas perusahaan plat merah tersebut. Hal ini mencakup baik pendapatan daerah maupun penyerapan tenaga kerja.

banner 336x280

Transformasi yang diusung oleh Danantara, menurutnya, tidak boleh memposisikan daerah hanya sebagai objek. Sebaliknya, pemerintah daerah harus menjadi subjek utama dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa jika transformasi Danantara berhasil, maka hal itu akan berdampak positif terhadap UMKM secara makro dan memberikan manfaat langsung kepada daerah.

Kontribusi BUMN untuk Daerah

Eri menyoroti beberapa perusahaan BUMN besar di Kota Surabaya, termasuk aset-aset yang tidak aktif (idle) milik BUMN yang mendominasi kawasan Kota Lama Surabaya, seperti di Jalan Rajawali. Ia berharap transformasi Danantara mampu menggerakkan potensi-potensi yang ada, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Menurut Eri, penyerapan tenaga kerja lokal merupakan salah satu kunci utama kontribusi nyata BUMN bagi daerah. Ia menegaskan bahwa aktivitas operasional BUMN di daerah harus mensyaratkan keterlibatan tenaga kerja dari wilayah setempat. Jika hal ini bisa diwujudkan, maka BUMN akan menjadi bagian dari pergerakan ekonomi, bukan hanya logistik saja.

Infrastruktur dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Eri juga menyebutkan proyek infrastruktur yang dilakukan BUMN, seperti pemasangan duckting kabel di berbagai titik di Surabaya. Ia mengkhawatirkan potensi kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tersebut. Menurutnya, BUMN seharusnya bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menghindari kerusakan.

“Kami membuat aturan, diprotes. Tapi kalau tidak begitu, Surabaya yang menanggung,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam pengelolaan infrastruktur.

Potensi BUMN dalam Mengakomodasi Kepentingan Daerah

Eri mengapresiasi rencana Danantara untuk mengambil alih pengelolaan energi dari sampah (Waste to Energy), yang selama ini membebani anggaran daerah. Ia menilai kebijakan ini menjadi bentuk kontribusi langsung kepada pemerintah kota, terutama di tengah penurunan dana transfer ke daerah (TKD).

Ia berharap kolaborasi antara Danantara dan pemerintah daerah mampu meratakan pertumbuhan ekonomi di daerah, bukan hanya terpusat di kota besar. Pemerintah daerah siap bersinergi melalui BUMD agar daerah bisa menjadi sub-owner, bukan hanya sebagai penerima dampak.

Integrasi Ekonomi Antarwilayah

Eri mencontohkan bagaimana Surabaya dapat menjadi pusat distribusi terhadap berbagai produk atau komoditas dari daerah sekitar. Misalnya, Surabaya bisa mengambil telur dari Blitar dan sayur dari Mojokerto. Dengan demikian, setiap wilayah akan mendapat keuntungan.

Ia berharap Danantara mampu mewujudkan pembangunan ekonomi yang adil dan merata, serta memberikan ruang bagi masing-masing daerah untuk berkembang bersama BUMN yang beroperasi di wilayah mereka.

“Apapun transformasinya, kalau tidak menyerap tenaga kerja dan tidak mengurangi kemiskinan, gagallah itu semuanya,” pungkas Eri.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *