oleh

Sepuluh Tahun Melawan Kelumpuhan, Daniel Perangin Angin: “Akhirnya Kami Tidak Lagi Sendirian”

banner 468x60

Batam (sorot1.id) — Bagi Vivi Wati br Sidabutar, sepuluh tahun terakhir bukanlah waktu yang singkat. Di ruang tamu rumahnya yang sederhana di Kaveling Sagulung Mandiri, ia telah menjadi saksi perjuangan putranya, Daniel Perangin Angin, yang terjebak dalam keterbatasan fisik sejak 2016.

Namun, Jumat (5/6/2026) lalu, rasa lelah yang menghimpit bahu Vivi seolah berkurang. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Batam di kediamannya membawa secercah harapan yang selama ini ia nantikan.

banner 336x280

“Selama ini kami berjuang sendiri, mengusahakan apa yang kami bisa. Melihat pemerintah datang dan mendengarkan langsung, rasanya beban kami sedikit terangkat,” ungkap Vivi dengan mata berkaca-kaca.

Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Tim dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, hingga Dinas Sosial Kota Batam turun tangan melakukan verifikasi untuk memastikan Daniel mendapatkan kursi roda khusus serta akses terapi yang selama ini sulit dijangkau.

Bagi keluarga di Sagulung, ini adalah bukti nyata bahwa di balik derap pembangunan Kota Batam yang megah, ada perhatian kecil yang tidak terlupakan.

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar angka dan kebijakan, melainkan tentang menyentuh nadi kehidupan warga yang paling membutuhkan.

Kini, Daniel tidak hanya menanti kesembuhan, tapi juga menanti esok hari dengan harapan yang lebih nyata. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *