BATAM, (SOROT1.ID) – Menghadapi derasnya arus informasi dan hoaks di ruang digital, Pemerintah Kota Batam mengambil langkah taktis untuk merapatkan barisan. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kota Batam News Network (PBNN) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Rabu (17/6/2026).
Dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, rakor yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini mengumpulkan seluruh admin media sosial dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit kerja. Tujuannya satu: menyatukan frekuensi komunikasi publik dalam satu ekosistem digital yang kokoh dan terpercaya.
Di era modern, ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan respons pemerintah sangat tinggi. Mengelola akun media sosial instansi pemerintah tidak lagi bisa dianggap sebagai tugas sampingan atau sekadar etalase dokumentasi kegiatan internal.
Sekda Batam, Firmansyah, dalam amanatnya menyampaikan pandangan mendalam bahwa pengelolaan ruang digital hulu-hilir di lingkungan Pemko Batam harus dilakukan dengan standar profesionalisme yang tinggi. Media sosial adalah wajah langsung dari pelayanan publik.
“PBNN merupakan wadah strategis untuk memperkuat sinergi komunikasi publik kita. Melalui kolaborasi yang solid, informasi pembangunan, pelayanan publik, dan berbagai kebijakan pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan luas,” jelas Firmansyah.
Guna mencapai efektivitas penyampaian pesan yang seragam dan berkelanjutan, Firmansyah menginstruksikan seluruh admin PBNN untuk lebih aktif mengamplifikasi atau membagikan ulang produk jurnalisme positif dan konten yang diproduksi oleh Media Center Pemko Batam.
Langkah ini penting agar informasi yang beredar di masyarakat adalah data resmi yang sudah terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, sistem pelaporan terpadu yang disiapkan Diskominfo akan menjadi alat ukur (monitoring dan evaluasi) untuk melihat sejauh mana performa masing-masing kanal OPD dalam mengedukasi warga.
Tantangan terbesar komunikasi publik di era siber adalah bagaimana menjaga kredibilitas di tengah tuntutan kecepatan (real-time information).
Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, menggarisbawahi bahwa PBNN dibentuk sebagai motor transformasi digital yang adaptif.
“Kecepatan penyampaian informasi harus selalu diimbangi dengan akurasi dan kredibilitas agar kepercayaan masyarakat terhadap informasi pemerintah terus terjaga. PBNN menjadi kekuatan kolaboratif yang menyatukan seluruh perangkat daerah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara utuh dan terukur,” urai Rudi Panjaitan secara filosofis.
Rudi menambahkan, pergerakan searah dari seluruh kanal komunikasi pemerintah daerah ini akan menjadi instrumen kuat pendukung jalannya roda pemerintahan. Melalui keterpaduan narasi, berbagai program strategis yang digulirkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dapat dipahami secara komprehensif oleh publik.
Dengan berakhirnya Rakor PBNN 2026, Pemko Batam menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem informasi yang modern, responsif, dan bebas disinformasi, demi mendukung visi besar mewujudkan Batam sebagai kota metropolitan yang informatif dan berdaya saing global. (Dan)
Editor : Ramadhan



















Komentar