oleh

Rekor Kembar 16 Kali WTP Pemprov Kepri, Muhammad Syafei: Standar Emas Tata Kelola Keuangan Daerah

banner 468x60

TANJUNGPINANG, (SOROT1.ID) — Kedisiplinan dalam mengelola anggaran negara kembali menempatkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di jajaran terdepan pemerintahan yang bersih. Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, menghadiri langsung Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/6/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri Haji Iman Sutiawan, serta dihadiri oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, unsur Forkopimda, perwakilan kepala daerah kabupaten/kota, dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

banner 336x280

Agenda utama paripurna ini menjadi catatan sejarah baru bagi Kepri. Provinsi kepulauan ini sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-16 kalinya secara berturut-turut. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa transisi regulasi dan dinamika politik tidak menggoyahkan komitmen akuntabilitasnya.

Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, yang hadir memenuhi undangan tersebut memberikan catatan penting. Menurutnya, mempertahankan predikat WTP hingga 16 tahun beruntun membutuhkan sistem pengawasan internal yang berlapis serta kedisiplinan yang tinggi dari para pengguna anggaran.

“Capaian WTP ke-16 secara berturut-turut ini tentu patut diapresiasi setinggi-tingginya. Ini bukan sekadar angka atau deretan piagam, melainkan hasil kerja keras terstruktur dari seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan serta mempertahankan standar akuntabilitas yang baik sesuai undang-undang,” ujar Muhammad Syafei di sela-sela kegiatan.

Syafei menilai, transparansi anggaran di tingkat provinsi ini akan memberikan dampak domino yang positif bagi kepercayaan investor dan publik, yang juga menjadi angin segar bagi pembangunan kota-kota penyangga di Kepri, termasuk Kota Batam. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *