oleh

KM Batam Indah 9 Karam di Perairan Batam, KAL Mapor Bergerak Cepat Selamatkan 8 ABK

-Batam, TNI-11 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Aksi penyelamatan cepat kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI Angkatan Laut. Melalui unsur Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral IV, KAL Mapor berhasil mengevakuasi delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM Batam Indah 9 yang karam setelah mengalami kebocoran hebat di perairan Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (23/06/2026).

Kapal kayu yang bermuatan komponen elektronik tersebut sejatinya sedang bertolak dari Sekupang, Batam, menuju Singapura. Namun di tengah pelayaran, petaka menimpa. Lambung bagian buritan kapal yang disinyalir sudah lapuk mendadak bocor, membuat air laut masuk dengan cepat dan menenggelamkan kapal.

banner 336x280

Saat lambung kapal mulai dipenuhi air, seluruh ABK termasuk nakhoda langsung mengambil tindakan darurat untuk menyelamatkan diri. Beruntung, sebuah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi para korban ke LCT Ayu 68 sebagai tempat perlindungan sementara.

Mendapat laporan adanya kecelakaan laut (laka laut) tersebut, KAL Mapor yang sedang bersiaga langsung memacu jangkar menuju titik koordinat kejadian. Petugas bergerak taktis melakukan pengamanan area guna mengantisipasi gangguan navigasi bagi kapal lain, sekaligus mengawal LCT Ayu 68 ke titik yang lebih aman.

Untuk penanganan lebih lanjut, seluruh korban kemudian dipindahkan dari LCT Ayu 68 ke atas geladak KAL Mapor. Paramedis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kodaeral IV pun sudah bersiap di dermaga begitu kapal patroli tersebut merapat.

Setibanya di Dermaga Kodaeral IV Batam, kedelapan pria yang sempat terombang-ambing di laut tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan medis menyeluruh. Pihak otoritas merilis identitas seluruh korban yang berhasil diselamatkan, yakni:

  • Adenan (47) – Nakhoda

  • Dedi Santoso (30)

  • Zulkipli (55)

  • Sumantri (55)

  • Azwar (39)

  • Murdin Siregar (50)

  • Lukman (40)

  • M. Pirnando (26)

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, seluruh ABK dinyatakan dalam kondisi sehat tanpa luka serius, meski sempat mengalami syok akibat insiden tersebut.

Sikap tanggap yang ditunjukkan oleh kru KAL Mapor menjadi bukti nyata komitmen dan kesiapsiagaan tinggi unsur-unsur TNI Angkatan Laut di bawah jajaran Kodaeral IV. Tugas TNI AL tidak hanya terbatas pada penjagaan kedaulatan, tetapi juga operasi kemanusiaan (Search and Rescue) di laut.

Perairan Kepulauan Riau yang padat dan berbatasan langsung dengan jalur internasional menuntut pengawasan yang tanpa celah. Melalui insiden ini, Kodaeral IV kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyiagakan personel dan armada patroli demi menjamin rasa aman, keselamatan, serta kelancaran aktivitas pelayaran di beranda depan maritim Indonesia. (*)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *