oleh

Mengawal Gerbang Ekonomi, Merayakan Kesetaraan: Catatan dari Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kepri

-Batam, Polri-24 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Mentari pagi baru saja meninggi di atas Lapangan Bhayangkara Mapolda Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026). Namun, atmosfer di markas komando jajaran kepolisian penjaga perbatasan negara ini sudah bergemuruh oleh semangat pembaruan. Hari itu, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) resmi memperingati Hari Bhayangkara ke-80—sebuah momentum emas yang tidak sekadar diisi dengan seremoni, melainkan penegasan arah baru Polri yang adaptif, humanis, dan pro-ekonomi.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin. Di hadapan ratusan personel dan tamu undangan, Jenderal Bintang Dua tersebut memaparkan visi besar institusi yang dipimpinnya: membawa Polri bertransformasi menjadi pilar yang dekat dengan rakyat sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

banner 336x280

Sinergi Tanpa Batas di Bumi Segantang Lada

Dalam sesi wawancara mendalam bersama awak media seusai upacara, Irjen Pol. Asep Safrudin tidak dapat menyembunyikan rasa terima kasihnya atas soliditas seluruh elemen di Kepulauan Riau. Baginya, menjaga wilayah kepulauan yang strategis ini tidak bisa dilakukan sepihak.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kolaborasi, kerja sama, dan dukungan tanpa henti dari Pemerintah Daerah Provinsi Kepri, Pemko dan Pemkab se-Kepri, BP Batam, rekan-rekan TNI, seluruh stakeholder, dan utamanya masyarakat Kepri yang telah sangat membantu mewujudkan kamtibmas,” ujar Kapolda hangat.

Ia menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif bukan sekadar bonus, melainkan instrumen utama atau karpet merah bagi masuknya investasi ke Kepri, khususnya ke kawasan bebas Batam. Di tengah persaingan ekonomi global, stabilitas keamanan adalah jaminan mutlak yang dicari oleh para investor lokal maupun asing.

Srikandi Polri di Garis Depan Upacara

Ada yang berbeda dan memikat perhatian dalam perayaan ulang tahun korps berbaju cokelat kali ini. Lapangan Bhayangkara seolah menjadi panggung pembuktian bagi jajaran Kepolisian Wanita (Polwan). Polda Kepri secara khusus memberikan kepercayaan penuh kepada para Polwan untuk memegang posisi-posisi krusial dalam upacara formal tersebut.

Mulai dari posisi Perwira Upacara, Komandan Upacara, Komandan Defile, hingga konseptor dan pelaku demonstrasi ketangkasan dipimpin langsung oleh para srikandi bhayangkara. Langkah ini bukan sekadar pajangan, melainkan pesan kuat tentang kesetaraan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa jajaran kepolisian sangat merespons emansipasi dan kesetaraan gender. Kita harus betul-betul yakin dan mampu bahwa wanita-wanita Indonesia setara dengan kaum laki-laki di segala lini kerja,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin dengan nada optimistis.

Perang Melawan Kriminalitas: Dari Kran Air hingga Narkoba Antarnegara

Menjawab pertanyaan kritis mengenai dinamika kriminalitas lokal, Kapolda Kepri memastikan pihaknya tidak mengenal istilah “kejahatan kecil”. Setiap riak yang mengganggu kenyamanan publik akan ditindak tegas.

Salah satu yang kini menjadi perhatian serius adalah pencurian fasilitas umum vital, mulai dari modul traffic light (lampu lalu lintas), kran air bersih, hingga hidran pemadam kebakaran. Untuk mengatasi hal ini, Polda Kepri tidak hanya mengandalkan patroli konvensional. Bersama BP Batam, mereka telah membentuk Satgas Pencegahan khusus dan menggandeng akademisi dari Pusat Kajian Kepolisian Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) untuk membedah akar masalah secara ilmiah.

Namun, di saat bersamaan, mata elang Polda Kepri tetap mengawasi kejahatan terorganisir berskala besar (transnational crime). Komitmen pemberantasan illegal logging, perambahan hutan, dan penyelundupan narkotika tetap berada di level tertinggi.

Mengingat posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kapolda Kepri memaparkan bahwa pihaknya baru saja menggelar pertemuan strategis police-to-police dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), khususnya jajaran Kepolisian Johor dan Melaka.

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh para pucuk pimpinan kepolisian antarnegara tersebut menghasilkan kerja sama taktis: kedua belah pihak sepakat melakukan pengawasan ketat secara langsung (face-to-face) di wilayah perbatasan laut demi memutus rantai pasokan narkoba sebelum sempat menyentuh daratan Indonesia.

Jaminan Kepercayaan untuk Iklim Investasi Baru

Langkah taktis yang dipamerkan Polda Kepri ini menuai pujian langsung dari Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam upacara tersebut. Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menekankan bahwa kehadiran Polri yang responsif dan berpandangan maju merupakan aset terbesar daerah dalam membangun trust (kepercayaan) publik dan dunia usaha internasional.

Menutup perayaan Hari Bhayangkara ke-80, di bawah panji moto “Polisi untuk Masyarakat”, Polda Kepri mengetuk pintu hati seluruh warga untuk terus mengalirkan dukungan dan doa. Sinergi yang kokoh di usia delapan dekade ini diharapkan mampu membawa Polri melangkah lebih profesional, presisi, dan selalu berada di hati masyarakat. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *