MIAMI, (SOROT1.ID) – Dongeng indah tim debutan asal pesisir barat Afrika, Tanjung Verde, di panggung Piala Dunia 2026 akhirnya harus berakhir dengan cara yang sangat dramatis sekaligus menyesakkan dada. Bermain di Stadion Miami, Miami, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/7/2026) pagi WIB, tim berjuluk Tubaroes Azuis (Hiu Biru) dipaksa menyerah 2-3 dari raksasa dunia, Argentina, melalui babak perpanjangan waktu (extra time).
Kekalahan di babak 32 besar ini terbilang tragis. Pasalnya, sepanjang turnamen, Tanjung Verde tampil luar biasa dan tak terkalahkan di fase grup dengan menahan imbang Spanyol (0-0), Uruguay (2-2), dan Arab Saudi (0-0). Di laga ini pun, mereka sukses membuat Lionel Messi dan kolega frustrasi hingga memaksa laga bergulir melampaui waktu normal 90 menit.
Petaka Gol Defleksi di Babak Tambahan
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi dan saling berbalas gol. Namun, sebuah momen ironis sekaligus menyesakkan terjadi di babak perpanjangan waktu yang menjadi penentu kemenangan tim Tango.
Gol ketiga Argentina tercipta melalui skema sepak pojok. Bek Argentina, Cristian Romero, berhasil menyambut umpan lambung tersebut dengan sundulan terarah ke gawang Tanjung Verde yang dikawal Vozinha. Sial bagi Tanjung Verde, bola yang melaju itu justru membentur tangan bek mereka sendiri, Diney Borges, sehingga berbelok arah dan mengecoh sang penjaga gawang. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Argentina hingga peluit panjang ditiup wasit.
Tetap Pulang dengan Kepala Tegak
Meski langkahnya terhenti, pelatih Tanjung Verde, Bubista, mengaku sangat bangga dengan perjuangan heroik anak asuhnya yang sukses menjunjung tinggi martabat negara di mata dunia.
“Bisa menahan imbang dua kali mantan juara dunia di fase sebelumnya, lalu membawa tim sekelas Argentina ke babak perpanjangan waktu di fase gugur, bagi sepak bola kami ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kami harus bangga karena para pemain mampu menunjukkan identitas aslinya di lapangan,” ujar Bubista dengan nada emosional usai laga.
Apresiasi tinggi juga datang dari kubu lawan. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, terang-terangan memuji daya juang sang debutan yang sempat membuat timnya ketar-ketir.
“Itu adalah pertandingan yang luar biasa sulit. Mereka (Tanjung Verde) tidak pernah menyerah begitu saja, untungnya kami juga demikian. Saya harus memberikan rasa hormat dan pujian setinggi-tingginya kepada lawan kami hari ini,” ungkap Scaloni.
Dengan hasil ini, Argentina resmi mengunci tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan sudah ditunggu oleh wakil Afrika lainnya, Mesir. Sementara itu, babak 32 besar kini hanya menyisakan satu pertandingan pamungkas yang sedang berlangsung, yakni bentrokan antara Kolombia melawan Ghana.
Tanjung Verde mungkin telah tersingkir dari turnamen, namun mereka pulang dengan kepala tegak setelah membuktikan kepada dunia bahwa status tim kecil bukan halangan untuk menggetarkan tim-tim raksasa. (***)
Editor : Ramadhan



















Komentar