BATAM, (SOROT1.ID) – Agenda kunjungan AI (29), seorang warga negara Malaysia ke Kota Batam, berakhir menjadi pengalaman traumatis yang mencekam. Niatnya untuk menikmati waktu santai di kota industri ini justru dimanfaatkan oleh komplotan penjahat lokal yang nekat melakukan penyekapan, pemerasan, dan penganiayaan di dalam kamar hotel.
Semuanya bermula dari sebuah obrolan yang tampak biasa di salah satu kafe pada Sabtu (4/7/2026) siang. Korban yang tidak menaruh curiga, bersedia ditemani oleh salah satu pelaku untuk berpindah hotel. Mereka sempat singgah ke Hotel Aston Inn Gideon untuk mengambil koper milik korban, sebelum akhirnya melakukan proses check-in di Hotel The Hills, Kecamatan Batu Ampar.
Namun, keramahan awal pelaku rupanya hanyalah bagian dari skenario jebakan. Begitu memasuki kamar, pelaku langsung melancarkan modus liciknya. Ia berpura-pura izin keluar kamar sejenak, namun sengaja mengantongi dan membawa kabur kunci akses kamar milik korban. Skenario isolasi pun dimulai.
Tak berselang lama, pelaku kembali mengetuk pintu. Kali ini ia tidak sendiri, melainkan membawa seorang rekan berinisial A.R. Di dalam ruang tertutup itulah, atmosfer berubah drastis menjadi sangat intimidatif. Di bawah tatapan dingin kedua pelaku, korban langsung digertak untuk menyerahkan uang Rp2.000.000. Ancaman pembunuhan diletakkan di atas meja jika korban menolak. Nyawa di ujung tanduk, korban terpaksa mengirimkan uang melalui aplikasi transfer di ponselnya.
Ketegangan mencapai puncaknya saat korban melihat celah kelengahan kedua pelaku dan mencoba berlari menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Langkahnya dihentikan secara brutal. Hantaman pukulan keras mendarat bertubi-tubi di wajah korban, menyasar hidung dan pelipis mata sebelah kiri hingga mengucurkan darah.
Dalam kondisi terluka dan terdesak di sudut kamar, korban kembali dipaksa melakukan transfer tambahan sebesar Rp3.000.000. Setelah menguras total Rp5.000.000, kedua pelaku langsung kabur bergegas meninggalkan korban yang syok dan terluka.
Meski sempat lolos dari TKP, pelarian F.D.D. dan A.R. tidak bertahan lama. Sinergi kilat antara Tim Opsnal URC Jatanras Polda Kepri dan Unit Reskrim Polsek Batu Ampar berhasil mengendus koordinat mereka dan meringkus kedua pelaku di dua lokasi berbeda keesokan harinya, mengakhiri pelarian kejahatan mereka di balik jeruji besi. (Zul)
Editor : Ramadhan

















Komentar