oleh

Sokong Infrastruktur dan Green Energy Batam, POLTEVARA Resmi Jadi Politeknik Konstruksi Swasta Pertama di Indonesia

-Batam, Pendidikan-124 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Arah masa depan pendidikan vokasi di Indonesia resmi menorehkan babak baru dari gerbang perbatasan barat nusantara. Kota Batam kini resmi dipilih menjadi rumah bagi Politeknik Konstruksi Swasta Pertama di Indonesia, sebuah langkah strategis yang diproyeksikan bakal mengubah lanskap penyediaan tenaga ahli sektor pembangunan, energi, dan digitalisasi nasional.

Kehadiran institusi bersejarah ini ditandai dengan peluncuran Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara). Di bawah bendera Yayasan Puri Global Sukses (PGS), Poltevara mendobrak batas pendidikan konvensional dengan langsung membuka tiga program studi (prodi) masa depan yang linear dengan kebutuhan pasar global saat ini:

banner 336x280
  1. Program Teknologi Konstruksi: Fokus pada rancang bangun modern dan manajemen proyek skala besar.

  2. Program Energi Terbarukan: Menjawab tantangan transisi energi hijau (green energy) dan keberlanjutan lingkungan.

  3. Program Teknologi Kecerdasan Digital: Menyiapkan ahli kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi sistem industri terintegrasi.

Lahirnya kiblat baru pendidikan vokasi ini dikukuhkan secara hukum melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi Republik Indonesia dengan Keputusan Mendiktisainstek Nomor 632/B/O/2026.

Bertempat di kawasan prestisius Monde City, Kota Batam, pada Kamis, 18 Juni 2026 lalu, SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII (Provinsi Riau dan Kepulauan Riau), Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes. Dokumen krusial tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan PGS, Eko Saputro Wijaya, dengan disaksikan oleh seluruh calon jajaran rektorat dan dosen.

Dalam pidatonya, Dr. H. Nopriadi menyampaikan bahwa pemerintah pusat menaruh harapan besar pada model pendidikan yang ditawarkan oleh Poltevara. Konsep sarjana terapan (vlog) yang memadukan teori industri dan praktik lapangan dinilai menjadi formula paling efektif dalam menekan angka pengangguran intelektual.

“Kementerian mendukung penuh eksistensi Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara) sebagai pionir politeknik konstruksi swasta pertama di Indonesia. Konsep pendidikan vokasi saat ini menjadi prioritas nasional karena lulusannya terbukti memiliki daya serap yang sangat tinggi di sektor industri, industri manufaktur, maupun korporasi internasional,” jelas Dr. H. Nopriadi.

Sebagai salah satu lokomotif ekonomi terbesar di wilayah barat Indonesia, Batam saat ini tengah gencar melakukan perombakan besar-besaran. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan tol, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), transmisi energi bersih, hingga reformasi tata kelola berbasis digital. Namun, laju investasi yang masif ini seringkali membentur dinding keterbatasan ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki sertifikasi keahlian khusus.

Membaca celah tersebut, Yayasan Puri Global Sukses bergerak cepat mendirikan Poltevara untuk menjembatani jurang pemisah (gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata para investor di Batam.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah modal paling fundamental jika kita ingin bangsa ini melompat menjadi negara maju. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada tenaga ahli luar. Melalui Poltevara, kami berkomitmen menciptakan SDM yang handal, visioner, dan berdaya saing global. Untuk itu, kami mengetuk pintu seluruh stakeholder dan pelaku industri untuk bersama-sama bersinergi mencerdaskan anak bangsa,” tutur Ketua Yayasan PGS, Eko Saputro Wijaya.

Sementara itu, Direktur Poltevara, Fandy Iood, menegaskan bahwa Poltevara didesain bukan hanya sebagai tempat perkuliahan, melainkan sebagai pusat riset terapan (applied research hub) yang menuntun arah inovasi di lapangan kerja.

“Dunia kampus wajib bertindak sebagai leader sector atau garda terdepan dalam perkembangan inovasi. Kami akan memastikan kurikulum di Poltevara bersifat adaptif dan dinamis, sehingga saat para mahasiswa lulus dan terjun ke dunia kerja, mereka tidak gagap teknologi melainkan langsung menjadi motor penggerak inovasi di perusahaan masing-masing,” tandas Fandy Iood dengan nada optimis.

Guna merayakan pencapaian penting ini, acara seremonial diakhiri dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya peradaban baru pendidikan teknik di Kepulauan Riau. Seluruh jajaran Wakil Direktur, Ketua Program Studi (Kaprodi), hingga staf akademik POLTEVARA berkomitmen penuh untuk langsung tancap gas mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama. (ril)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *