Sorot1.id — Angka-angka tidak pernah bohong. Ketika ekonomi nasional berjuang mencapai 5,3% di Triwulan II 2025, Batam justru melesat dengan pertumbuhan fantastis 6,66%. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari sebuah narasi keberhasilan: Batam berhasil mengorkestrasi investasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonominya.
Kunci dari performa gemilang ini terletak pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang melonjak 9,22%. Artinya, para investor tidak ragu menanamkan modalnya untuk membangun kapasitas produksi di sektor-sektor strategis, dari manufaktur bernilai tambah hingga ekonomi digital. Fary Francis, Deputi Bidang Investasi BP Batam, menyebut hal ini sebagai “konfirmasi” atas strategi yang mereka jalankan.
Kini, fokus Batam bukan hanya mempertahankan laju pertumbuhan, melainkan menargetkan lompatan yang lebih besar. Melalui Rencana Strategis 2025–2029, Batam diproyeksikan tumbuh 10% pada 2029, dua persen di atas target nasional. Target ambisius ini didukung oleh tiga fokus utama: menjadikan Batam hub logistik global, mendorong industri berteknologi tinggi, dan mengembangkan kawasan ekonomi baru.
Langkah ini adalah wujud nyata dari optimisme pemerintah pusat maupun daerah untuk menjadikan Batam sebagai gerbang investasi dan kontributor kunci dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Kepala BP Batam Amsakar Achmad menutup dengan keyakinan.
“Kami mengubah potensi Batam menjadi kinerja ekonomi yang nyata. Ini momentum yang harus kita ambil bersama,” pungkasnya. (Zul)
Redaktur : Ramadan














Komentar