oleh

Revisi DBON, Menpora Tambah Cabor Unggulan Jadi 21 dengan Sistem Promosi-Degradasi

-Berita-22 Dilihat
banner 468x60

Perubahan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)



Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan revisi terhadap Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah penambahan jumlah cabang olahraga (cabor) unggulan. Selain itu, Kemenpora juga akan menerapkan sistem promosi-degradasi.

DBON adalah program Pembangunan Olahraga Jangka Panjang 2021-2045. Rancangan ini dibentuk dengan tujuan untuk menciptakan sistem pembinaan olahraga yang efektif dan meningkatkan prestasi olahraga nasional, termasuk dalam kancah internasional, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.

banner 336x280

Dalam DBON, saat ini ada 14 cabor unggulan yang menjadi prioritas Kemenpora. Berikut daftar cabor tersebut: atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, dan renang. Selain itu, terdapat tiga cabor industri, yaitu sepak bola, bola basket, dan bola voli.

Erick Thohir menyatakan bahwa saat ini sedang dipertimbangkan untuk menambah jumlah cabor unggulan dari 14 menjadi 21. Selain itu, Kemenpora akan memberlakukan sistem promosi-degradasi.

“Bahwa DBON sendiri nanti mungkin ada perbaikan. Karena kan cabor yang sebelumnya dan hari ini agak berbeda. Apalagi dari DBON ini kita juga, tadi saya sampaikan, ada sistem promosi-degradasi,” ujar Erick Thohir di Kemenpora RI.

“Jadi bukan berarti 21 cabor ini sudah aman. Nanti evaluasi berikutnya di tahun 2028 Olimpiade, ya di mana sasaran antaranya itu SEA Games, Asian Games, dan tujuan utamanya Olimpiade, di situ nanti kita ada evaluasi lagi. Ya seperti apa promosi-degradasinya. Dan karena itu saya juga habis ini rapat sama tim evaluasi,” tambahnya.

Erick tidak menyebutkan secara spesifik 21 cabor yang akan ditambahkan. Namun, dia memastikan bahwa cabor yang disebut sebagai mother of sports seperti atletik, senam, dan akuatik tetap akan masuk dalam daftar dan bahkan akan difokuskan lebih lanjut.

“Prioritas itu sudah pasti mother sport. Yaitu pasti Senam, ya kan, Atletik, Renang, ada Akuatik. Dan yang lain sudah pasti Bulu Tangkis, enggak mungkin [tidak]. Kita bicara Olimpiade sudah pasti Bulu Tangkis, Angkat Besi, ya kan, ada Panahan, dan ada Speed Climbing, itu sudah tujuh. Nah tentu ada beberapa cabor lain yang kita tunggu aja dari hasil diskusi, akan ada resmi,” jelas dia.

“Karena ini akan jadi payung hukum untuk administrasi negara dan juga tadi DBON, supaya jangan nanti dipikir ada hal-hal yang tidak terbuka. Kita harus coba buka dan kita beri kesempatan cabor-cabor untuk mulai juga menata diri kalau mau masuk yang daftar 21. Jadi ada promosi dan degradasi,” tambah Erick.

Pemisahan Cabor Industri

Lantas bagaimana dengan nasib tiga cabor industri yang populer seperti sepak bola, voli, dan basket? Erick menjelaskan bahwa Kemenpora akan tetap memisahkan ketiga cabor tersebut dengan 21 cabor unggulan dalam DBON.

Menurut Erick, pemisahan ini diperlukan agar deretan cabor unggulan bisa difokuskan untuk urusan anggaran. Dengan demikian, pengelolaan anggaran akan lebih jelas dan terstruktur.

“Kalau arahnya Olimpiade, ya kita mesti membedakan treatment olahraga yang populer dengan pembiayaan yang 21 cabor. Ya karena yang 21 cabor ini benar-benar anggarannya benar-benar disiapkan,” kata dia.

Visi Presiden tentang Olahraga

Erick menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara besar. Menurutnya, tiga hal utama yang harus dimiliki oleh suatu negara besar adalah ekonomi yang tumbuh baik, keamanan yang kuat, dan olahraga yang maju.

“Nah cuman ini yang saya rasa kita perlu buktikan. Apalagi Bapak Presiden selalu bilang kalau kita mau menjadi negara besar itu harus punya tiga hal: ekonomi yang tumbuh baik, ya kan, keamanan yang kuat, dan olahraga kita juga yang maju. Jadi ini yang menjadi platform visi Bapak Presiden yang harus kita jabarkan di Kemenpora,” pungkas Erick.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *