BATAM, (SOROT1.ID) — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau yang akrab dikenal sebagai PPDB di Kota Batam kembali menjadi sorotan hangat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung dinamis bersama Dinas Pendidikan Kota Batam, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Warya Burhanuddin, secara tegas mengkritisi sejumlah persoalan krusial demi menjamin keadilan akses pendidikan bagi masyarakat.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan tajam Warya adalah minimnya pemahaman masyarakat terkait regulasi jalur zonasi.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi di lapangan kerap memicu kegaduhan dan salah paham di kalangan orang tua murid.
”Sosialisasi mengenai jalur zonasi harus benar-benar jelas dan mudah dipahami masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi dalam proses penerimaan siswa baru,” ujar Warya dengan lantang dalam rapat tersebut.
Selain masalah zonasi, politisi Batam ini juga mendorong pemerintah daerah untuk bergerak cepat menambah dan memperbaiki ruang kelas di sekolah-sekolah negeri. Hal ini dinilai mendesak untuk mendongkrak daya tampung sekolah sekaligus menciptakan rasio kelas yang ideal dan nyaman bagi siswa.
Tak hanya bicara soal sistem, Warya juga membawa aspirasi riil dari akar rumput.
Ia mendesak percepatan pembangunan SMP Negeri di Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji.
Selama ini, warga setempat harus menanggung beban jarak dan transportasi karena anak-anak mereka terpaksa “mengungsi” ke sekolah di kelurahan lain.
1. Kondisi Saat Ini: Banyak warga Bukit Tempayan menyekolahkan anak mereka ke SMPN 11 dan SMPN 26.
2. Lokasi Sekolah: Kedua sekolah tersebut berada di Kelurahan Buliang.
3. Solusi: Pembangunan SMPN baru di Bukit Tempayan dinilai sebagai harga mati untuk mempermudah akses pendidikan warga.
Menanggapi “hujan” instruksi dari komisi IV, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, S.Pd., M.M., memastikan bahwa pihaknya terus berbenah.
Hendri menegaskan bahwa seluruh jajaran sekolah telah diinstruksikan untuk melayani pendaftaran siswa secara profesional, ramah, dan humanis.
Terkait desakan pembangunan sekolah baru di Bukit Tempayan, pihak Disdik membawa kabar baik bahwa proyek tersebut terus berjalan sesuai rencana (on the track).
”Rencana pembangunan SMP Negeri di Bukit Tempayan masih on the track. Insya Allah proses pembangunannya dapat mulai berjalan pada tahun 2027,” ungkap perwakilan Dinas Pendidikan dalam rapat tersebut.
Disdik juga menambahkan bahwa anggaran perbaikan sarana pendidikan terus dikucurkan setiap tahun dengan skala prioritas.
Meskipun sempat diwarnai adu argumen dan evaluasi kritis, RDP yang berlangsung selama satu jam itu berakhir dengan suasana hangat dan konstruktif. Baik DPRD maupun Dinas Pendidikan sepakat melebur ego demi satu visi: memastikan seluruh anak usia sekolah di Batam mendapatkan hak pendidikan yang layak, baik di negeri maupun swasta.
Bagi Warya Burhanuddin, perjuangan ini bukan sekadar urusan administratif tahunan.
”Pendidikan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan dalam proses belajar mengajar, melainkan sarana strategis untuk menyiapkan generasi masa depan dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya menutup komitmen tersebut. (Zul)
Editor : Ramadhan














Komentar