oleh

Cetak Montir Andal Berstandar Pabrikan, 74 Siswa SMKN 3 Batam Ditantang Ujian Langsung oleh Honda

banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Suara raungan mesin sepeda motor dan denting kunci pas bersahutan di ruang bengkel praktik SMK Negeri 3 Batam. Sejak 11 hingga 19 Juni 2026, atmosfer di sekolah kejuruan ini terasa berbeda. Sebanyak 74 siswa kelas XI Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) tampak fokus menghadapi lembar kerja dan motor uji di hadapan mereka.

Bukan ujian sekolah biasa, para siswa ini sedang melewati fase krusial dalam akademik mereka: Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang digelar dengan standar ketat industri Honda.

banner 336x280

Langkah strategis SMKN 3 Batam ini mendapat dukungan penuh dari PT Capella Dinamik Nusantara, selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Kerja sama ini memastikan bahwa apa yang dipelajari siswa di bangku sekolah benar-benar selaras dengan dinamika nyata di dunia industri.

Keterlibatan langsung industri dalam UKK menjadi pembeda utama. Dalam ujian ini, PT Capella Dinamik Nusantara menerjunkan langsung tim teknis mereka untuk bertindak sebagai asesor eksternal. Artinya, setiap gerakan, ketelitian, dan metode pemecahan masalah yang dilakukan siswa dinilai langsung dengan kacamata profesional.

Siswa tidak lagi diuji berdasarkan teori teks, melainkan dihadapkan pada standardisasi pelayanan dan perbaikan yang berlaku di seluruh jaringan bengkel resmi Honda (AHASS). Materi yang diujikan pun mencakup aspek-aspek vital kendaraan roda dua masa kini:

  • Sistem Penggerak & Transmisi: Perawatan komponen transmisi otomatis atau CVT yang kini mendominasi pasar.

  • Kelistrikan Modern: Diagnosis wire harness dan sistem kelistrikan canggih sepeda motor.

  • Mekanikal Dasar & Sasis: Perawatan serta perbaikan sistem mesin, rangka, hingga suspensi.

  • Kemampuan Diagnosis: Melakukan troubleshooting atau melacak kerusakan sistem motor secara akurat.

Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Batam, Budi Hendrika, menjelaskan bahwa kurikulum yang disinkronisasikan dengan kebutuhan pasar adalah kunci utama menekan angka pengangguran lulusan SMK.

“UKK ini bukan sekadar ujian untuk mencari nilai, tetapi jembatan nyata bagi siswa kami untuk masuk ke dunia kerja dengan standar industri Honda. Kami sangat bangga bisa bermitra langsung dengan Astra Honda Motor (AHM) melalui Main Dealer Capella. Kolaborasi ini memastikan lulusan kami punya keterampilan yang benar-benar dicari perusahaan saat ini,” ujar Budi tegas.

Di sisi lain, keterlibatan aktif industri otomotif dalam dunia pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dalam membangun sumber daya manusia lokal. Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara wilayah Kepri, Johandi, menyebutkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyuplai tenaga kerja siap pakai di tengah pesatnya perkembangan teknologi otomotif.

“Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri, kami ingin membantu menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar kerja yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” ungkap Johandi.

Kehadiran tim Honda sebagai penguji eksternal, tambah Johandi, juga krusial untuk menjaga objektivitas hasil ujian. Dengan standar penilaian yang ketat, sekolah bisa mendapatkan peta kemampuan siswa yang seobjektif mungkin.

“Harapannya, para siswa memiliki bekal yang lebih kuat. Baik itu untuk langsung memasuki dunia kerja di jaringan bengkel resmi, maupun dikembangkan untuk membangun usaha bengkel mandiri di bidang otomotif,” imbuh Johandi.

Bagi para siswa, diuji langsung oleh perwakilan pabrikan raksasa memberikan tekanan sekaligus kebanggaan tersendiri. Namun, alih-alih gentar, atmosfer kompetitif ini justru memicu adrenalin dan antusiasme mereka. UKK ini memberi mereka gambaran riil mengenai ritme, kedisiplinan, dan ketelitian yang dituntut oleh mekanik profesional.

Salah satu siswa kelas XI TSM SMKN 3 Batam tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah menyelesaikan rangkaian ujian praktiknya.

“Awalnya tegang karena pengujinya langsung dari tim Honda dan standarnya sangat ketat. Tapi kami merasa tertantang. Ini kebanggaan tersendiri bisa diuji langsung oleh profesional. Semoga hasil UKK ini bisa menjadi modal kuat saya, entah nanti bekerja di AHASS atau modal awal buat buka bengkel sendiri,” katanya dengan mata berbinar.

Melalui pelaksanaan UKK berbasis industri ini, SMKN 3 Batam bersama Capella Honda Kepri berharap dapat terus merawat sinergi ini secara berkelanjutan. Langkah konkret ini diharapkan menjadi role model kolaborasi link and match antara sekolah dan industri di Batam, demi mencetak generasi muda Kepulauan Riau yang cakap, berdaya saing global, dan siap kerja sejak hari pertama kelulusan. (Zul)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *