oleh

Tina Talisa Beri Apresiasi pada Bank Sampah Binaan Pertamina Cilacap, Minyak Jelantah Jadi Sumber Ekonomi

-Ekonomi-2 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, melakukan kunjungan kerja di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Salah satu agenda utamanya adalah mengunjungi Bank Sampah Beo Asri yang berada di Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan.

Di tempat ini, ia menyaksikan langsung semangat dan kepedulian masyarakat, khususnya para ibu-ibu, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan serta mendukung ekonomi sirkular.

banner 336x280

Tina Talisa sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh anggota Bank Sampah Beo Asri. Meskipun sebagian besar dari mereka sudah berusia lanjut, semangat dan produktivitas mereka tetap tinggi.

Ia menilai bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti pengelolaan minyak jelantah, dan dilakukan oleh siapa saja.

“Kami sangat menghargai semangat ibu-ibu di sini. Ini adalah contoh nyata bahwa kesadaran lingkungan bisa tumbuh dari bawah dan memberikan dampak positif,” ujar Tina.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Pengumpulan minyak jelantah juga memiliki nilai ekonomi, karena minyak ini bisa dijual dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram.

Selain itu, Tina menilai bahwa inisiatif ini turut berkontribusi pada pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Minyak jelantah yang dikumpulkan digunakan sebagai bahan baku dalam produksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi di Kilang Cilacap. Hal ini membantu upaya transisi energi nasional.

Ia berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi pelopor dan model bagi lahirnya “Kampung Minyak Jelantah” di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Bank Sampah Beo Asri Tegalreja, Sri Widowati, menjelaskan bahwa program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini, bank sampah ini memiliki lebih dari 900 anggota dan mampu mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah setiap bulannya.

“Saat ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualan minyak ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga,” ujar Sri.

Program ini juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan harga jual yang cukup menarik, para anggota bank sampah bisa memperoleh penghasilan tambahan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan bahwa kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus meningkatkan kontribusi mereka dalam pengelolaan lingkungan.

“Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Didik.

Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Selain mengelola minyak jelantah, kelompok ini juga aktif dalam mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap konsisten mendorong terciptanya masyarakat mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *