Sorot1.id — Rutan Kelas IIA Batam menjadi medan uji coba penting dalam perang melawan peredaran narkoba dan penyebaran paham radikal di dalam penjara.
Hari ini, delapan petugas dari Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpamintel) tiba di Rutan Batam untuk melaksanakan uji petik bidang pengamanan dan intelijen tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat sistem deteksi dini.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, uji petik ini adalah langkah strategis untuk mengidentifikasi celah keamanan yang selama ini mungkin luput dari pengawasan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan uji petik ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan dan intelijen di lingkungan Rutan,” ujar Fajar.
Dalam kegiatan ini, petugas Ditpamintel tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga memperkenalkan teknologi dan instrumen baru. Fokus utamanya adalah mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika dan mencegah penyebaran paham terorisme.
Dengan adanya uji petik ini, Rutan Batam diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan bahwa lingkungan pemasyarakatan bebas dari ancaman yang membahayakan.
Opsi 2: Berita dengan Fokus pada Sisi Humanis dan Kesiapan Petugas. (Zul)
Redaktur : Ramadan




















Komentar