oleh

Sinergi Pemko-BP Batam: Targetkan Banjir Teratasi dalam Dua Tahun Lewat Tim Gabungan dan Strategi Tiga Tahap

-Pemko Batam-34 Dilihat
banner 468x60

Sorot1.id — Banjir telah menjadi tantangan utama yang merugikan aktivitas dan materi masyarakat Batam dalam beberapa tahun terakhir. Menjawab masalah krusial ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menetapkan penanggulangan banjir sebagai program prioritas dan membentuk Tim Gabungan Penanggulangan Banjir.

Komitmen ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat penanganan.

banner 336x280

“Dua tahun lagi, insya Allah, (situasi) bisa lebih baik,” ujar Li Claudia, Minggu (28/9/2025).

“Ini butuh kerja keras semua pihak. Semoga dengan sinergi yang baik antara Pemko Batam dengan BP Batam, serta melaksanakan langkah-langkah penanganan yang tepat, hal ini dapat mempercepat mengatasi permasalahan banjir di Kota Batam,” tambahnya.

Tim gabungan ini, yang terdiri dari perangkat daerah teknis, unsur BP Batam, dan aparat kewilayahan, bekerja lintas sektor untuk melakukan pemetaan dan menyiapkan langkah konkret jangka pendek hingga fondasi jangka panjang.

Li Claudia memaparkan bahwa penanganan banjir disusun dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang, mengingat banyak kawasan yang belum memiliki drainase memadai, tingginya sedimentasi, dan pembangunan di dataran rendah.

* Jangka Pendek (2025): Fokus pada normalisasi sungai dan saluran alami. Pemko Batam menargetkan normalisasi drainase sepanjang 307,4 kilometer tahun ini.

* Jangka Menengah: Pembangunan infrastruktur baru, termasuk saluran pembuangan baru ke laut di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong, serta pemasangan box culvert berukuran besar untuk memperlancar aliran air saat debit tinggi. Saat ini, 10 paket pembangunan dan peningkatan drainase prioritas sedang berjalan di berbagai titik, dari Batam Centre hingga Sei Beduk.

* Jangka Panjang (2026): Rencana ambisius meliputi penggantian jembatan yang menyempitkan aliran air dan pembangunan kolam resapan berkonsep eco park.
Perkuat Penanganan dengan Rumah Pompa dan Perubahan APBD

Selain normalisasi masif, penanganan banjir juga akan diperkuat dengan pembangunan rumah pompa di Jodoh. Rumah pompa berkapasitas 1,5 meter kubik per detik ini akan dilengkapi pompa lumpur dan pintu air untuk manajemen air yang lebih efektif.

Melalui usulan APBD Perubahan 2025, Pemko Batam juga merencanakan penambahan pekerjaan di lokasi strategis rawan genangan seperti Simpang Kepri Mall dan Baloi Permai.

Li Claudia menegaskan, seluruh program ini dirancang untuk mengurangi risiko banjir dan memastikan keberlanjutan daya dukung sumber daya air Batam.

Ia juga berharap ada keterlibatan pengusaha dan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada saluran-saluran air, untuk mendukung upaya pemerintah.

“Kita, Pemko dan BP Batam berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir,” tutupnya, dengan harapan agar dalam dua tahun ke depan aktivitas dan produktivitas masyarakat bisa berjalan lebih nyaman. (AS)

Redaktur : Ramadan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *