Profil dan Jejak Karier Komjen Pol Dedi Prasetyo
Komjen Pol Dedi Prasetyo kini menjadi sorotan dalam dunia kepolisian Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakapolri dan telah menyampaikan pernyataan yang mengejutkan, yaitu adanya banyak anggota polisi yang dianggap under performance. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/11/2025). Dalam RDP tersebut, Dedi Prasetyo mengungkap hasil evaluasi internal Polri.
Ia menyebut bahwa sebanyak 67 persen dari 4.340 Kapolsek di Indonesia dinilai under performance. Penyebabnya adalah hampir 50 persen Kapolsek yang ada diisi oleh perwira-perwira lulusan PAG. PAG adalah singkatan dari Pendidikan Alih Golongan, yang merupakan jalur kenaikan pangkat bagi anggota Polri dari Bintara ke Perwira.
Selain itu, Dedi juga menyebut bahwa terdapat 36 Kapolres yang performanya menurun dan harus diperbaiki. Dari 440 Kapolres yang dievaluasi, sebanyak 36 di antaranya dianggap tidak memenuhi standar. Di level Direskrimum, ia juga menyebut bahwa dari 47 Direskrimum yang dievaluasi, sebanyak 15 di antaranya under performance.
Dedi Prasetyo menegaskan bahwa perubahan dan perbaikan harus segera dilakukan. Ia menyebut bahwa langkah-langkah seperti penguatan meritokrasi dan peningkatan pendidikan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM Polri.
Latar Belakang dan Pendidikan
Komjen Pol Dedi Prasetyo lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 26 Juli 1968. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1990. Sebagai seorang polisi, Dedi dikenal memiliki prestasi akademik yang cemerlang. Ia berhasil meraih gelar profesor dan memiliki nama lengkap Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.
Selain aktif dalam karier kepolisian, Dedi juga rajin menulis. Ia telah menulis 26 buku, termasuk buku-buku tentang ilmu dan teknologi kepolisian, meritokrasi, radikalisme, terorisme, dan komunikasi krisis. Buku-buku ini menjadi referensi penting dalam pengembangan SDM Polri.
Jejak Karier di Korps Bhayangkara
Karier Dedi Prasetyo di Korps Bhayangkara sangat panjang dan beragam. Ia pernah menjabat berbagai posisi strategis di berbagai daerah. Beberapa jabatan yang pernah diemban antara lain Sespri Wakapolri (2004–2005), Pamen Sespim Polri (2005), Kabag Bin Polwil Madura Polda Jawa Timur (2005), dan Kakorsis SPN Mojokerto Polda Jawa Timur (2006–2007).
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Serse Polwiltabes Surabaya (2007), Kapolresta Kediri (2008), Kapolres Lumajang (2009), dan Kasubbagmin Set Rodalpers SDE SDM Polri (2010). Pada 2010–2011, ia menjabat sebagai Kasubag Jakprodiklat Bag Jakdiklat Rojiantra SDE SDM Polri.
Pada 2011, Dedi menjabat sebagai Karo SDM Polda Maluku Utara, dan pada 2012 sebagai Karo SDM Polda Kalimantan Tengah. Pada 2014, ia menjabat sebagai Kabagpangkat Robinkar SSDM Polri, dan pada 2016 sebagai Kabagrenmin SSDM Polri serta Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri.
Pada 2017, ia ditunjuk sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah. Satu tahun kemudian, ia menjadi Karopenmas Divhumas Polri. Pada 2019, ia menjabat sebagai Karobinkar SSDM Polri. Tahun 2020, ia diangkat sebagai Kapolda Kalimantan Tengah. Pada 2021, ia menjadi Kadiv Humas Polri.
Sejak saat itu, namanya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dedi juga sempat menjabat sebagai Guru Besar PTIK STIK. Pada 2023, ia diangkat sebagai Asisten SDM Kapolri. Tahun 2024, ia menjabat sebagai Irwasum Polri. Dan pada Agustus 2025, ia resmi menjabat sebagai Wakapolri.
Peran dan Harapan
Sebagai Wakapolri, Dedi Prasetyo diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam Polri. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman karier yang luas, ia diharapkan mampu memimpin dengan visi yang jelas dan tindakan yang nyata. Dedi juga diharapkan dapat menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Polri.




















Komentar