oleh

Startup Tiongkok Dapat Akses 2.300 GPU NVIDIA Melalui Indosat Di Tengah Larangan AS

-Berita-38 Dilihat
banner 468x60

Perusahaan Rintisan China Mengakses GPU NVIDIA Melalui Indosat

Perusahaan rintisan asal Tiongkok, INF Tech, dikabarkan berhasil mengakses sekitar 2.300 unit GPU NVIDIA melalui PT Indosat Tbk (ISAT). Kejadian ini terjadi di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, khususnya dalam konteks pembatasan ekspor teknologi yang dilakukan oleh pemerintah AS.

Menurut laporan dari Wall Street Journal, Presiden AS telah melarang perusahaan seperti NVIDIA menjual chip Blackwell terbaru mereka ke Tiongkok. Namun, investigasi menunjukkan bahwa perusahaan Tiongkok masih bisa memperoleh chip tersebut melalui berbagai metode, termasuk melalui perusahaan yang berbasis di Indonesia.

banner 336x280

Jalur Penyelundupan Teknologi

Jejak transaksi ini dimulai di California, di mana NVIDIA menjual chip terbarunya ke Aivres, sebuah perusahaan mitra yang membangun server AI dan bermarkas di AS. Aivres diduga memiliki saham sebagian dari Inspur, perusahaan teknologi Tiongkok yang masuk daftar hitam pemerintah AS karena hubungannya dengan militer Tiongkok. Meskipun demikian, Aivres tidak terikat oleh pembatasan ekspor asing selama mematuhi aturan ekspor AS, karena statusnya sebagai perusahaan domestik.

Dari sana, Indosat membeli 32 rak server Nvidia GB200 dari Aivres. Setiap rak berisi 72 chip Blackwell, sehingga total mencapai 2.304 GPU. Nilai kesepakatan ini mencapai sekitar US$100 juta atau Rp1,67 triliun (kurs: Rp16.701).

Keterlibatan INF Tech dan Universitas Fudan

Menurut sumber WSJ, saat Indosat membeli GPU tersebut, Aivres telah menemukan klien untuk Indosat, yaitu INF Tech, startup yang mengembangkan AI untuk aplikasi keuangan dan kesehatan. INF Tech didirikan oleh Qi Yuan, warga negara AS kelahiran Tiongkok yang juga memimpin institut AI di Universitas Fudan. Perwakilan universitas tersebut hadir dalam negosiasi antara INF Tech dan Indosat, meskipun INF Tech yang menandatangani kontrak. Server-server tersebut telah terpasang di situs Indosat di Jakarta sejak Oktober 2025.

INF Tech menyatakan kepada WSJ bahwa mereka tidak melakukan penelitian dengan aplikasi militer dan mematuhi kontrol ekspor AS.

Pernyataan dari CEO Indosat

CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa perusahaan bekerja dengan perusahaan multinasional. “Setiap pelanggan di luar Indonesia melalui regulasi yang sama, baik perusahaan AS maupun China. Jika memenuhi semua regulasi, kami mendukungnya,” kata Vikram.

Kekhawatiran terhadap Akses Teknologi

Tom’s Hardware melaporkan karena Indosat, INF Tech, dan Universitas Fudan tidak termasuk dalam Daftar Entitas AS, kesepakatan ini dianggap sah. Namun, hal ini memicu kekhawatiran di kalangan penentang akses perusahaan Tiongkok ke perangkat keras AS.

Mereka berargumen bahwa meskipun perusahaan-perusahaan ini tidak bekerja sama dengan Partai Komunis Tiongkok (PKC) atau militer saat ini, pemerintah Beijing bisa memaksa kerjasama kapan saja. Aturan AI Diffusion dari pemerintahan Biden seharusnya mencegah hal ini, tetapi Presiden Trump tidak menerapkannya.

Pandangan dari NVIDIA

Di sisi lain, NVIDIA mendorong kontrol ekspor yang lebih longgar untuk mempertahankan kepemimpinan AS. Juru bicara NVIDIA menyatakan tim kepatuhan mereka telah mengevaluasi dan menyetujui mitra sebelum pengiriman chip. “Kami mendukung visi pemerintahan Trump untuk mengamankan kepemimpinan AI AS dan menciptakan lapangan kerja Amerika,” katanya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *