oleh

Apa Itu Megathrust? Ancaman Gempa Besar bagi Indonesia

-Berita-10 Dilihat
banner 468x60

Megathrust adalah fenomena geologis yang terjadi di zona subduksi lempeng tektonik, yaitu area di mana satu lempeng bumi menyusup di bawah lempeng lain. Proses ini menyimpan energi besar yang bisa dilepaskan dalam bentuk gempa bumi besar. Menurut BMKG, tekanan konvergen antar lempeng tersebut bersifat “mega” karena menempati wilayah sangat luas. Ketika segmen-segmen di sana bergerak, bisa memicu gempa bumi besar yang dikenal sebagai gempa megathrust.

Di Indonesia, BMKG mengidentifikasi setidaknya 13 zona megathrust aktif yang potensial menimbulkan gempa besar, seperti di Aceh-Andaman, Selat Sunda, dan Mentawai-Siberut. Beberapa segmen belum melepaskan energi dalam waktu lama, sehingga para ahli memperingatkan agar masyarakat waspada meskipun waktu terjadinya gempa besar tidak bisa diprediksi.

banner 336x280

 

Dampak Gempa Megathrust
Gempa megathrust sebetulnya bisa terjadi di berbagai wilayah yang dilewati subduksi aktif. Sebagai contoh, baru-baru ini di Jepang, Pulau Kyushu dilanda gempa dengan magnitudo 7,1 yang bersumber dari Megathrust Nankai. Di Indonesia sendiri, tercatat telah beberapa kali terjadi gempa besar. Contohnya di selatan Pulau Jawa pernah mengalami gempa dengan magnitudo lebih dari 8,0 pada 1780, 1859, dan 1943.

Gempa megathrust tidak hanya menjadi gempa bumi terbesar di dunia, tetapi juga dapat memicu tsunami. Ketika megathrust terjadi, gerakan dorongan menyebabkan gerakan vertikal yang besar di dasar laut. Alhasil, terjadi perpindahan sejumlah besar air dan bergerak menjauh dari gerakan bawah laut hingga memicu tsunami.

Potensi Gempa Megathrust di Indonesia
BMKG menyebut bahwa gempa megathrust di Indonesia tinggal menghitung waktu. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti mengenai datangnya fenomena alam ini. Kekhawatiran akan adanya gempa megathrust di Indonesia dilihat setelah analisa terhadap seismic gap, terutama pada Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut. FYI, seismic gap sendiri merupakan wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang belum mengalami gempa selama lebih dari 30 tahun.

Megathrust Mentawai-Siberut sendiri terakhir mengalami gempa besar pada 10 Februari 1797 dengan kekuatan mencapai magnitudo 8,5 dan memicu tsunami besar. Artinya, seismic gap-nya sudah lebih dari 200 tahun dan mungkin tinggal menunggu waktu hingga akhirnya melontar kekuatan terpendam.

Lantas, apakah gempa kecil yang berlangsung berulang bisa membantu mengurangi tekanan gempa bumi megathrust? Tidak bisa demikian. Faktanya, peningkatan satu unit pada skala magnitudo, jumlah energi yang dilepaskan meningkat sekitar 40 kali lipat. Diperlukan banyak sekali gempa bumi kecil untuk melepaskan jumlah energi yang setara dengan gempa bumi besar.

Lebih lanjut, analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa megathrust ini bisa mencapai magnitudo antara 7,8 hingga 9,2, tergantung segmen yang pecah. Mengingat potensi kekuatan gempa dan kedekatan beberapa zona dengan pesisir, risiko tsunami tidak bisa diabaikan. Oleh karenanya, kesiapsiagaan masyarakat dan mitigasi bencana menjadi sangat krusial.

FAQ Seputar Apa Itu Megathrust
Apa itu gempa megathrust?
Gempa megathrust adalah gempa besar yang terjadi di zona subduksi ketika satu lempeng bumi menukik dan “mengunci” di bawah lempeng lainnya, lalu tiba-tiba melepaskan energi sangat besar.

Mengapa gempa megathrust bisa sangat kuat?
Karena area patahannya sangat luas dan tekanan yang terkumpul berlangsung dalam waktu lama, sehingga sekali lepas dapat menghasilkan magnitudo besar.

Apakah gempa megathrust bisa memicu tsunami?
Ya. Gempa jenis ini sering mengangkat dasar laut secara tiba-tiba sehingga mampu memicu tsunami besar.

Apakah gempa megathrust bisa diprediksi?
Tidak bisa diprediksi secara tanggal dan jam, tetapi zona rawannya sudah dapat dipetakan berdasarkan aktivitas tektonik.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *