oleh

Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel

-Berita-34 Dilihat
banner 468x60

Kasus Kematian Dosen Wanita di Semarang Mengundang Kekhawatiran

Kasus kematian seorang dosen wanita bernama Dwinanda Linchia Levi menghebohkan masyarakat Semarang. Dwinanda, yang merupakan dosen di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, ditemukan dalam kondisi tanpa busana di sebuah kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Kota Semarang. Kejadian ini terjadi pada Senin (17/11/2025) pagi dan memicu berbagai pertanyaan serta spekulasi.

Dwinanda Linchia Levi memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2008. Saat ini, ia bekerja sebagai dosen di Untag Semarang dengan mengajar mata kuliah hukum pidana di Fakultas Hukum. Dalam kehidupan pribadinya, Dwinanda masih lajang. Akun Instagram pribadinya, @nandalinchialevi, juga dalam mode private, sehingga informasi lebih lanjut tentang kehidupannya tidak mudah diakses.

banner 336x280

Saksi Kunci dalam Penemuan Jenazah

Sosok yang menjadi saksi kunci dalam penemuan jenazah Dwinanda adalah seorang polisi berpangkat AKBP. Nama lengkapnya belum diungkap, tetapi ia diketahui menjabat sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng. B, demikian panggilan akrabnya, berusia 56 tahun dan telah berkeluarga. Ia yang pertama kali memberitahu resepsionis hotel, Polsek Gajahmungkur, dan tim Inafis Polrestabes Semarang tentang kematian Dwinanda.

Menurut keterangan Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, Dwinanda sempat bermalam bersama seorang pria di kamar hotel tersebut. “Inisialnya D, usia 35 tahun. Dia berdua dengan seseorang. Mereka satu kamar, sama laki-laki,” ujar Nasoir, Selasa (18/11/2025).

Selain itu, Dwinanda pernah menyampaikan cerita tentang sosok polisi tersebut kepada seorang aktivis alumni Untag Semarang. Jansen Henry Kurniawan, Ketua Umum Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang, mengatakan bahwa korban pernah menyebutkan bahwa dia tahu sosok polisi tersebut. “Sempat cerita, karena korban tahu saya aktivis yang sering demo. Korban bilang ‘ibu punya teman polisi, dia kasubdit pengendalian masa. Jangan-jangan kalian sering ketemu pas demo, soalnya kan demo itu pasti urusannya berkaitan dengan urusan pengendalian masa’,” kata Jansen.

Permintaan untuk Pengusutan Tuntas

Jansen Henry Kurniawan meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus kematian Dwinanda secara terang benderang. Menurutnya, ada hal-hal yang janggal dalam kejadian ini. Terlebih lagi, sosok B, yang menjadi saksi kunci, adalah seorang polisi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan tindak pidana. “Kami melihat kejadian ini janggal karena ada oknum polisi bagian Dalmas, yang tidak ada kaitannya dengan tindak pidana, justru menemukan korban pertama kali,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa diduga oknum polisi ini memiliki kedekatan dengan korban. “Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tapi diduga oknum polisi ini dengan korban memiliki kedekatan,” imbuhnya.

Jansen menegaskan bahwa komunitas alumni Untag mendesak kepolisian agar kasus ini dibuktikan secara terang benderang dan jangan melindungi oknum tertentu. “Kami ingin kejelasan dari pihak berwajib,” desaknya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *