oleh

Jalan Lumajang-Malang Diperbaiki Pasca Erupsi Semeru

-Berita-38 Dilihat
banner 468x60



JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memulai langkah-langkah pemulihan akses Jalan Nasional Lumajang-Malang yang terdampak oleh material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru. Langkah ini dilakukan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, yang telah mengerahkan alat berat untuk mendukung upaya penanganan darurat pasca-erupsi, khususnya pada ruas Jalan Nasional Lumajang–Malang dan Jembatan Besuk.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).

banner 336x280

Sementara itu, Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengatakan bahwa tim teknis sudah bergerak sejak Sabtu pagi (22/11/2023) untuk membersihkan jalan nasional dan jembatan yang tertutup abu. Untuk mendukung pembukaan akses darurat ini, Kementerian PU telah mengerahkan beberapa alat berat, antara lain 2 unit excavator, 1 unit loader, 1 unit tangki air, dan 2 unit dump truck.

Loader dan tangki air saat ini difokuskan untuk pembersihan material abu vulkanik di area Jembatan Besuk Kobokan. Alat berat lain ditempatkan dalam posisi siaga, menunggu komando dari BPBD Jawa Timur, mengingat beberapa zona masih belum aman untuk dimasuki sesuai hasil asesmen lapangan dan rekomendasi teknis dari BNPB serta Badan Geologi.

Adapun, sebagai tindak lanjut jangka menengah, Kementerian PU akan melakukan pengerahan alat berat dalam skala yang lebih besar untuk normalisasi alur sungai dan pembersihan jalur yang lebih terdampak. Rencana pengerahan skala besar ini akan dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025, pukul 07.00 WIB. Total 10 unit alat berat akan dikerahkan, terdiri dari 7 unit excavator, 2 unit loader milik BBWS Brantas, serta 1 unit dozer dari Dinas PU SDA Jatim.

Selain itu, tambah Javid, Kementerian PU juga akan melaksanakan rangkaian pekerjaan mulai dari pembuatan Alur/Sudetan sepanjang 500 meter untuk mengarahkan aliran material vulkanik. Serta, melakukan Peninggian Tangkis untuk memperkuat perlindungan terhadap permukiman dan infrastruktur di hilir.

Dia melanjutkan, masyarakat dan petugas diimbau untuk mematuhi larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak, sesuai analisis Badan Geologi, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.

“Upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran material vulkanik dapat dikendalikan secara lebih aman, sekaligus mendukung pembukaan akses dan menjaga keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *