oleh

Krisis Air Hari ke-72: Polsek Batu Ampar Pantau Penyaluran Air

-Polri-2 Dilihat
banner 468x60

Sorot1.id — Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB ketika deru mesin truk tangki air terakhir mulai menjauh dari pemukiman warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang. Di bawah temaram lampu jalan, sejumlah personel Polsek Batu Ampar masih berjaga, memastikan setiap liter air telah terbagi rata. Sabtu (4/4/2026) menandai hari ke-72 krisis air melanda wilayah tersebut, dan Polri masih setia mengawal di garis depan.

Krisis air bersih yang belum kunjung usai di Kecamatan Batu Ampar memicu langkah sigap dari aparat kepolisian. Bukan sekadar menjaga keamanan, kehadiran mereka adalah memastikan keadilan bagi warga yang terdampak gangguan suplai air.

banner 336x280

Kegiatan monitoring skala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah. Dengan mengerahkan personel gabungan—mulai dari Piket Pawas, unit Batara Biru, hingga jajaran Bhabinkamtibmas—polisi menyisir gang-gang sempit di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara melalui Polri. Kami tidak ingin krisis air ini memicu konflik sosial atau ketidaktertiban. Fokus kami adalah pengawalan agar distribusi air tepat sasaran ke wilayah yang paling membutuhkan,” ujar Kompol Amru Abdullah.

Hingga hari ke-72 ini, volume air yang didistribusikan mencapai angka yang signifikan. Kerja keras personel di lapangan membuahkan hasil dengan lancarnya penyaluran ratusan unit tangki air (Water Tank):

  • Tanjung Sengkuang: Sebanyak 98 unit tangki disebar ke berbagai RW yang mengalami kekeringan paling parah.

  • Batu Merah: Sebanyak 25 unit tangki disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik warga.

Pengawasan ketat dilakukan oleh Ipda Fadhlan Dwi Kartika Gunawan bersama para Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Iwan Setiawan dan Brigpol Kelfin Siregar. Mereka memastikan tidak ada mobil tangki yang melintasi prosedur atau wilayah yang sudah ditentukan.

Bagi Polsek Batu Ampar, monitoring ini adalah langkah preventif. Di tengah kesulitan mendapatkan air, potensi gesekan antarwarga bisa saja terjadi. Namun, melalui pendekatan humanis dari personel Piket IK dan Batara Biru, proses antrean warga di setiap titik distribusi terpantau sangat tertib.

Hingga kegiatan ditutup pada malam hari, situasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. Polsek Batu Ampar menegaskan akan terus menjalin koordinasi dengan stakeholder terkait selama kendala distribusi air masih berlangsung di wilayah hukum mereka. (Zul)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *