Sorot1.id — Di balik seragam kepolisian yang bertugas menjaga ketertiban, ada komitmen besar yang perlahan namun pasti sedang dibangun oleh Polda Kepulauan Riau: ketahanan kesehatan masyarakat. Pada Rabu (03/06/2026), sinergi antara Polda Kepri dan BPJS Kesehatan memasuki babak baru melalui kegiatan penganugerahan dan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Gedung Lancang Kuning, Batam.
Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., ini bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan. Ini adalah refleksi dari visi bahwa keamanan dan kesehatan adalah dua sisi dari mata uang yang sama yang menentukan kualitas hidup warga.
Filosofi Perlindungan: Mengapa Polri Perlu Terlibat?
Ada perspektif menarik yang disampaikan oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah I, Dr. Nopi Hidayat, Apt., M.M., AAK. Ia mengibaratkan tugas Polri dan BPJS Kesehatan sebagai “dua perisai” bagi masyarakat. Jika Polri memitigasi risiko keamanan agar tidak berubah menjadi tindak kriminal, maka BPJS Kesehatan memitigasi risiko kesehatan agar tidak berubah menjadi bencana finansial bagi keluarga.
“Kolaborasi ini adalah upaya preventif. Ketika masyarakat terlindungi kesehatannya melalui JKN, beban hidup berkurang, dan secara tidak langsung, potensi kerawanan sosial akibat masalah ekonomi dapat ditekan,” ungkap Dr. Nopi dalam forum tersebut.
Pengakuan untuk Sektor Kewilayahan
Apresiasi yang diberikan BPJS Kesehatan kepada Polda Kepri menjadi bukti bahwa jajaran kepolisian, termasuk Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., telah bergerak melampaui tugas pokok fungsinya (tupoksi) konvensional. Mereka berperan sebagai komunikator publik yang efektif dalam memastikan masyarakat memahami pentingnya keaktifan kepesertaan JKN.
Bagi Irjen Pol. Asep Safrudin, penghargaan ini adalah refleksi dari tanggung jawab kolektif. “Kolaborasi antarinstansi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Kami di Polri memiliki jaringan yang luas hingga ke akar rumput, dan kami wajib menggunakan jaringan tersebut untuk mendukung program strategis nasional yang menyejahterakan rakyat,” ujar Kapolda Kepri.
Tantangan Literasi dan Masa Depan Kesehatan Kepri
Meskipun cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah menembus angka 99 persen, tantangan yang sesungguhnya terletak pada “literasi kesehatan” dan “keaktifan peserta”. Dalam sesi sosialisasi yang menyertai acara, petugas BPJS memaparkan bahwa memiliki kartu JKN tidaklah cukup jika masyarakat tidak memahami bagaimana menggunakannya secara bijak.
Skrining kesehatan yang dilakukan selama acara berlangsung merupakan bentuk nyata upaya deteksi dini. Polda Kepri pun membuka diri untuk terus mengintegrasikan materi-materi edukasi kesehatan ke dalam program-program pembinaan masyarakat yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di lapangan.
Sinergi untuk Rakyat
Dengan berakhirnya acara, pesan yang tertinggal cukup jelas: Polda Kepulauan Riau tidak hanya hadir untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman di luar ruang lingkup keamanan fisik. Dengan kesehatan yang terjamin, masyarakat Kepulauan Riau diharapkan dapat lebih produktif dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Sinergi antara hukum dan kesehatan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia, di mana aparat keamanan menjadi katalisator bagi kesuksesan program-program sosial pemerintah. (Zul)














Komentar