BATAM, (SOROT1.ID) – Maraknya aksi pencurian besi fasilitas umum—atau yang populer disebut netizen dengan istilah “rayap besi”—akhirnya direspons tegas oleh aparat penegak hukum. Menindaklanjuti keresahan warga yang sempat viral di media sosial, Polresta Barelang bergerak cepat menggandeng unsur TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP Kota Batam untuk memberangus komplotan tersebut.
Sinergitas lintas instansi ini diawali dengan apel gabungan berskala besar yang dipusatkan di Mapolresta Barelang pada Rabu malam (17/06/2026) pukul 22.00 WIB. Langkah taktis ini diambil demi mengamankan aset vital kota dan mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
Apel gabungan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Barelang, AKP Satri Putra, Dalam pergerakan malam itu, puluhan personel elite diterjunkan, meliputi:
1. Polresta Barelang: 12 personel Sat Samapta
TNI: 2 personel Polisi Militer (Denpom 1/6 Batam)
2. Ditpam BP Batam: 12 personel
3. Satpol PP Kota Batam: 12 personel
”Meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi antarinstansi adalah kunci. Kita harus mencegah aksi pencurian besi maupun perusakan fasilitas umum ini. Namun ingat, personel di lapangan wajib bertindak secara humanis dan mengedepankan langkah preventif,” tegas AKP Satri Putra saat memberikan arahan (APP) kepada pasukan.
Dengan menggunakan armada tempur dinas—termasuk empat unit mobil Sat Samapta, satu unit kendaraan Denpom, dan truk angkut Satpol PP—petugas dibagi ke dalam dua regu besar untuk menyisir seluruh wilayah hukum Polsek jajaran Polresta Barelang:
1. Regu Pertama: Fokus melakukan penyisiran di wilayah padat aktivitas dan pusat kota, meliputi Kecamatan Lubuk Baja, Batu Ampar, Bengkong, Batam Kota, hingga Nongsa.
2. Regu Kedua: Bergerak menyisir kawasan industri dan pemukiman padat di bagian selatan dan barat kota, meliputi Kecamatan Sei Beduk, Sagulung, dan Sekupang.
Petugas menyisir area-area gelap dan infrastruktur publik yang kerap menjadi sasaran empuk para pelaku “rayap besi”. Kehadiran lampu rotator biru (blue light patrol) di sepanjang jalan protokol dan pemukiman sukses memberikan efek getar (deterrent effect) bagi para pelaku kriminal.
Hingga dini hari, patroli yang menyisir hampir seluruh sudut Kota Batam ini membuahkan hasil positif. Berdasarkan laporan pasca-kegiatan, situasi di seluruh rute terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya pergerakan mencurigakan atau gangguan kamtibmas yang menonjol.
Melalui gerakan massal ini, Polresta Barelang bersama TNI dan Pemko Batam menegaskan komitmennya: tidak ada ruang bagi perusak dan pencuri fasilitas umum di Batam.
Polresta Barelang juga mengetuk hati masyarakat Batam untuk tidak tinggal diam. Fasilitas umum dibangun menggunakan uang rakyat untuk kenyamanan bersama. Warga diimbau untuk ikut menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau layanan pengaduan jika melihat ada aktivitas mencurigakan di malam hari. (Zul)
Editor : Ramadhan



















Komentar