oleh

Perkuat Poros Indonesia-Malaysia, Kapolda Kepri dan Ketua Polis Johor Sepakat Bentuk Tim Khusus Kejahatan Lintas Negara

-Batam, Polri-8 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Koridor Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus rawan di dunia, kini mendapat benteng pertahanan baru. Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Polis Diraja Malaysia Kontingen Johor resmi menyepakati penguatan kerja sama bilateral secara taktis guna membendung gelombang kejahatan transnasional yang kian dinamis.

Kesepakatan penting ini lahir dalam kunjungan kehormatan (courtesy call) Ketua Polis Johor, CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad, bersama delegasi Polis Johor dan Malaysia Police Liaison Officer (MPLO) Medan. Mereka diterima langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., yang didampingi Wakapolda serta Pejabat Utama (PJU) Polda Kepri di Ruang Kerja Kapolda, Selasa (23/6/2026).

banner 336x280

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial diplomatik, melainkan langkah konkret untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi kerawanan di wilayah perbatasan laut kedua negara. Mengingat mobilitas lintas negara yang sangat tinggi di Kepri dan Johor, integrasi pengawasan menjadi sebuah keniscayaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Polis Johor CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan dengan Polri, khususnya Polda Kepri yang berhadapan langsung dengan wilayahnya. Sebagai bentuk keseriusan, Polis Johor berencana menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan yang diagendakan khusus untuk membahas pembentukan tim bersama (task force). Tim khusus ini nantinya akan difokuskan pada penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan peredaran narkotika guna mempercepat pertukaran informasi intelijen di lapangan.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menyambut baik cetak biru kerja sama tersebut. Menurutnya, karakteristik kejahatan transnasional modern yang rapi dan terorganisir mustahil dipecahkan oleh satu institusi negara saja.

“Kejahatan transnasional tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran informasi yang kuat antara Indonesia dan Malaysia agar berbagai bentuk kejahatan lintas negara dapat dicegah dan ditindak secara efektif,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *