oleh

Menakar Realisasi Janji Politik Amsakar-Li Claudia: Fokus pada Jaring Pengaman Sosial dan Investasi Manusia

-Pemko Batam-29 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang menjulang tinggi, melainkan juga dari seberapa besar manfaat APBD dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Komitmen pemerataan kesejahteraan inilah yang coba ditunjukkan oleh duet Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.

Dalam forum silaturahmi bersama ratusan Ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Lubukbaja di Hotel AP Premier, Batuampar, Senin (13/7/2026) malam, pasangan pemimpin Batam ini memaparkan realisasi program kerja yang berfokus pada jaring pengaman sosial (social safety net) dan investasi sumber daya manusia (SDM).

banner 336x280

Di hadapan para perwakilan warga, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjabarkan beberapa kebijakan taktis di sektor pendidikan yang telah berjalan secara konkret. Salah satu yang paling dirasakan dampaknya dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga adalah program pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Tidak berhenti di situ, Pemko Batam juga melakukan investasi jangka panjang dengan memberikan beasiswa penuh bagi puluhan mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu, dengan fokus khusus pada anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau penyangga (hinterland).

Langkah progresif lainnya yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal yang dinilai sangat rentan terhadap risiko kecelakaan kerja.

Melalui skema perlindungan sosial dari Pemko Batam, ribuan pengemudi ojek, penambang boat pancung, hingga penarik becak kini telah terlindungi oleh jaminan sosial yang dibayarkan oleh pemerintah.

Selain perlindungan bagi pekerja informal, apresiasi berupa insentif juga rutin disalurkan kepada 24.348 garda terdepan pelayan masyarakat, yang terdiri dari Ketua RT, RW, imam masjid, hingga guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di seluruh penjuru Batam.

Kebijakan yang memihak pada masyarakat kecil ini memicu gelombang apresiasi dari para tokoh masyarakat Lubukbaja yang hadir. Mulai dari penanganan cepat krisis air bersih lewat tangki air di Tanjunguma, percepatan pipa air yang ditargetkan rampung akhir tahun, hingga kelancaran sertifikasi lahan Kampung Tua seluas 22 hektare.

Kendati demikian, dialog malam itu tetap menjadi ruang evaluasi yang konstruktif. Tokoh masyarakat Lubukbaja, Suyatno, menitipkan catatan penting agar Pemko Batam segera bergerak mengamankan titik-titik rawan longsor di Kecamatan Lubukbaja mengingat curah hujan yang mulai tidak menentu.

Menanggapi hal tersebut, Amsakar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan semua janji kerja secara bertahap dan transparan. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *