MALAYSIA, (SOROT1.ID)– Putaran kedua Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia, akhir pekan kemarin (11-12 Juli 2026), tidak hanya menjadi panggung perebutan podium. Lebih dari itu, balapan yang berjalan dinamis ini menjadi ujian krusial bagi kesiapan taktis dan adaptasi mekanis dua pebalap masa depan Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Resky Yusuf Hermawan dan Abimanyu Bintang Fermadi.
Tampil di bawah dua kondisi cuaca yang bertolak belakang (wet race pada Sabtu dan dry race pada Minggu), performa motor sport berspesifikasi balap Honda NSF250R yang ditunggangi duo pebalap belia ini benar-benar dipaksa bekerja pada batas maksimalnya.
Uji Karakter NSF250R di Bawah Guyuran Hujan
Sirkuit Sepang dikenal memiliki tingkat kelembapan tinggi dan cuaca yang sulit diprediksi. Pada race pertama yang berlangsung dalam kondisi basah (wet race), setelan sasis dan pemilihan ban menjadi kunci utama. Resky Yusuf Hermawan menunjukkan kematangan luar biasa dengan langsung mengamankan posisi kedua sejak awal balapan.
Meski harus merelakan posisi pertama di lap terakhir akibat celah tipis yang dimanfaatkan pebalap lawan, kemampuan Resky mengendalikan NSF250R di atas aspal licin membuktikan sensitivitas berkendara (riding feeling) yang sangat tajam di sirkuit basah.
Sementara itu, rekan setimnya, Abimanyu Bintang Fermadi, harus berhadapan dengan ujian taktis tambahan berupa hukuman penalti long lap. Kehilangan waktu berharga akibat penalti memaksa Abim menyusun ulang strategi di sela-sela balapan guna meminimalkan kerugian poin, hingga akhirnya sukses finis di posisi kelima.
Kebangkitan Taktis Abimanyu di Race Kedua
Pada race kedua yang berlangsung dalam kondisi trek kering, Minggu (13/7/2026), giliran Abimanyu yang unjuk gigi. Start dari posisi keenam, ia langsung merangsek ke barisan depan dengan memanfaatkan akselerasi responsif NSF250R. Pertarungan sengit di tiga lap terakhir menuntut konsentrasi tinggi untuk menutup celah racing line dari kepungan lawan.
Meskipun sempat melakukan beberapa kesalahan minor (minor errors) di pertengahan balapan yang membuatnya kehilangan posisi terdepan, Abim mampu tetap tenang dan kembali mengamankan podium kedua.
“Saya mencoba tetap tenang dan tetap fokus, alhamdulillah bisa finish ke 2. Ini merupakan poin yang penting, terimakasih atas dukungannya,” kata pebalap asal Sleman ini melalui keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Di sisi lain sirkuit, nasib malang menimpa Resky Yusuf. Saat sedang berjuang mempertahankan ritme balapnya untuk meraih podium ganda, senggolan dari pebalap lain di lap kedua memaksanya terjatuh (low side) dan tidak bisa melanjutkan balapan. Kendati demikian, performa kompetitifnya sejak awal sesi latihan bebas hingga kualifikasi tetap menjadi catatan evaluasi yang positif bagi tim.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa naik-turunnya dinamika di sirkuit Sepang merupakan bagian penting dari proses pematangan karakter pebalap profesional. Evaluasi teknis dari seri ini akan menjadi bahan persiapan krusial menyambut putaran ketiga pada awal Agustus 2026 nanti.
“Mentalitas serta semangat untuk kompetitif di lintasan balap merupakan modal positif bagi pebalap muda dalam bersaing membawa nama bangsa. Kami pun siap mendampingi mereka untuk terus berkembang,” ujar Andy Wijaya.
Dengan sisa waktu beberapa minggu ke depan, tim pelatih dan mekanik AHM dipastikan akan fokus memulihkan kondisi fisik Resky pasca-insiden jatuh, sekaligus mempertajam strategi balap Abimanyu agar bisa tampil konsisten meraih podium tertinggi di putaran berikutnya. (ril/***)
Editor : Ramadhan



















Komentar