oleh

Rupiah Berpotensi Naik Meski Awalnya Melemah ke Rp18.071 per Dolar AS

-Ekonomi-1 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Rupiah memulai perdagangan hari ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada hari Kamis (16/7/2026), nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 18.071 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 0,02% atau 3 poin. Pantauan hingga pukul 09.10 WIB menunjukkan bahwa rupiah kembali melemah sedikit, berada di level Rp 18.072 per dolar AS, turun 0,02% atau 4 poin.

Sebelumnya, pada perdagangan hari sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 18.068 per dolar AS. Hal ini membuat rupiah menguat 0,13% dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.091 per dolar AS.

banner 336x280

Meskipun rupiah mengalami pelemahan awal, nilai tukar rupiah diperkirakan memiliki potensi untuk menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan dolar AS setelah rilis data inflasi produsen AS atau Producer Price Index (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan menjadi faktor positif bagi mata uang Garuda.

Analis dari Doo Financial, Lukman Leong, menyampaikan bahwa dolar AS kembali tertekan setelah data inflasi produsen menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen lebih lemah dari ekspektasi pasar. Ia menjelaskan bahwa hal ini memberi peluang bagi rupiah untuk menguat terhadap dolar AS.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan,” ujar Lukman, Kamis (16/7/2026).

Namun, meski ada peluang penguatan, Lukman memperkirakan bahwa ruang penguatan rupiah masih terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Namun penguatan akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas,” tambah Lukman.

Lukman memproyeksikan bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran antara Rp 18.000 hingga Rp 18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Proyeksi ini menggambarkan fluktuasi yang mungkin terjadi akibat berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi nilai tukar rupiah.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain:

  1. Data inflasi produsen AS: Data yang lebih rendah dari perkiraan dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap dolar AS.
  2. Risiko geopolitik: Ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.
  3. Pergerakan pasar saham dan komoditas: Fluktuasi di pasar modal juga dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah.

Dengan situasi yang dinamis, investor dan pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan terkini untuk membuat keputusan investasi yang tepat. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *