oleh

Prakiraan Cuaca Kepri, Selasa 23 Juni 2026: Batam dan Tanjungpinang Berpotensi Hujan Ringan

-Cuaca-4 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berlaku pada besok hari, Selasa, 23 Juni 2026.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya para pengguna transportasi laut dan udara, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mikro yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah kepulauan ini.

banner 336x280

Kondisi Cuaca di Sejumlah Kota/Kabupaten

Secara umum, kelembapan udara yang cukup tinggi di wilayah Kepulauan Riau mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Berikut adalah rincian prakiraan cuaca di beberapa wilayah utama Kepri:

  • Kota Batam: Diprakirakan akan didominasi oleh kondisi berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan lokal intensitas ringan hingga sedang pada siang hari. Cuaca kembali berawan pada malam hingga dini hari.

  • Kota Tanjungpinang & Bintan: Berpotensi mengalami hujan ringan yang dapat disertai petir singkat pada siang hari. Warga diimbau menyediakan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas.

  • Kabupaten Karimun: Kondisi cuaca diprediksi berawan tebal pada pagi hari dengan potensi hujan ringan pada siang menjelang sore hari.

  • Kabupaten Lingga, Natuna, & Anambas: Untuk wilayah kepulauan bagian utara dan selatan ini, cuaca secara umum berawan secara fluktuatif, namun tetap ada potensi hujan lokal dengan durasi singkat.

Suhu dan Gelombang Laut

  • Suhu Udara: Suhu udara di wilayah Kepri besok diprakirakan berkisar antara 24°C hingga 32°C dengan tingkat kelembapan udara mencapai 65% hingga 95%.

  • Kondisi Gelombang Laut: BMKG menginformasikan bahwa tinggi gelombang laut di perairan Batam, Bintan, Karimun, dan Lingga secara umum masuk dalam kategori rendah (0,5 hingga 1,25 meter). Namun, untuk perairan Utara Natuna dan Anambas, tinggi gelombang dapat mencapai kategori sedang (1,25 hingga 2,0 meter) akibat pengaruh kecepatan angin.

Masyarakat dan nelayan tradisional di wilayah Natuna dan Anambas diharapkan tetap mengutamakan keselamatan dan memantau pembaruan cuaca berkala yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum turun ke laut. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *