oleh

Akselerasi Investasi Nasional, BP Batam Bersama Panbil Group dan PLN Batam Kebut Pembangunan KEK Tanjung Sauh ​

banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Panbil Group bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Langkah strategis ini dimantapkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada dukungan investasi serta percepatan proses perizinan untuk menjadi katalis pertumbuhan industri di Batam.

​Penandatanganan penting tersebut berlangsung di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7/2026).

banner 336x280

Hadir menyaksikan langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; CEO Panbil Group Johannes, Kennedy; Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo; Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan strategis BP Batam dan PLN Batam.

​Selain sinergi antara BP Batam dan Panbil Group, momen ini juga dirangkai dengan penandatanganan MoU antara PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam. Kerja sama tersebut mencakup penjajakan penyediaan pasokan tenaga listrik demi menopang operasional KEK Tanjung Sauh sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Pulau Batam secara menyeluruh.

​CEO Panbil Group Johannes Kennedy mengungkapkan, pengembangan KEK Tanjung Sauh merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak akan kawasan industri modern yang terintegrasi penuh dengan dukungan infrastruktur serta energi memadai.

​Menurutnya, di tengah posisi Batam yang kian berkembang sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia, sektor industri berteknologi tinggi menuntut hadirnya kawasan generasi baru (next generation) yang berdaya saing global.

​”KEK Tanjung Sauh kami rancang sebagai kawasan industri next generation yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga ekosistem industri yang lengkap, mulai dari pusat logistik, pusat energi, hingga layanan investasi yang terintegrasi,” ujar Johannes.

​Ia menilai, kunci sukses kawasan industri modern saat ini bukan lagi sekadar insentif fiskal, melainkan kecepatan pelayanan perizinan, kesiapan infrastruktur, hingga kepastian suplai energi. Oleh sebab itu, kolaborasi erat dengan BP Batam menjadi motor penggerak utama realisasi investasi di lapangan.

​”Sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi utama menciptakan iklim investasi yang sehat. Investasi yang kami lakukan tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan nasional,” tegasnya.

​Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyambut hangat kolaborasi lintas sektor ini. Ia menilai kebersamaan antara pemerintah dan pelaku usaha merupakan kunci utama dalam menjaga tren positif investasi yang terus melonjak di Batam.

​Amsakar memaparkan, realisasi investasi triwulanan di Batam mencatatkan lonjakan impresif dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun, atau bertumbuh lebih dari 125 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Foto : Panbil Group bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) disaksikan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; CEO Panbil Group, Johannes Kennedy; Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo; Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan BP Batam dan PLN Batam. (Doc. Istimewah)

​”Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi,” ujar Amsakar optimis.

​Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan pembangunan Batam kini semakin luas—tidak sekadar fisik semata, melainkan tercermin dari indikator ekonomi makro seperti penyerapan tenaga kerja, penekanan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan PNBP.

​Amsakar juga menyoroti kuatnya perhatian pemerintah pusat terhadap Batam. Dalam kurun waktu satu tahun lima bulan terakhir, Batam telah mengantongi lima Peraturan Pemerintah demi mendukung percepatan pengembangan kawasan. Bahkan, Pemkot Batam dan BP Batam tercatat telah tiga kali diundang khusus oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara.

​”Ini menunjukkan Batam dipandang sebagai kawasan strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.

​Dari sisi penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menyatakan bahwa sinergi dengan PT Panbil Utilitas Sentosa menjadi langkah awal strategis untuk memperkuat ketahanan energi daerah.

​Kedua belah pihak, lanjut Kwin Fo, akan langsung bergerak melakukan kajian mendalam meliputi aspek teknis, komersial, ekonomi, hingga regulasi terkait pemanfaatan pasokan listrik dari pembangkit yang diproyeksikan berdiri di KEK Tanjung Sauh. Tahapan ini nantinya akan bermuara pada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).

​”Kami berharap kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga mampu mendukung kebutuhan energi kawasan industri yang terus berkembang di Batam,” pungkasnya.

​Melalui kolaborasi strategis ini, BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam optimis KEK Tanjung Sauh akan bertransformasi menjadi pusat industri modern berstandar internasional yang menjamin kepastian investasi, kecepatan perizinan, serta keandalan energi bagi kemajuan ekonomi masyarakat. ​(Riki Maradona)
​​

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *