BATAM, (SOROT1.ID) – Kabar gembira bagi para pecinta sastra dan sineas tanah air. Sutradara sekaligus produser ternama, Razka Robby Ertanto, secara resmi mengumumkan proyek film terbarunya melalui akun media sosial pribadi. Film ini akan menjadi adaptasi layar lebar dari cerpen legendaris karya sastrawan besar Umar Kayam, yakni “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan”.
Pengumuman ini disambut antusias oleh publik, apalagi Razka turut membagikan key art memukau hasil karya Tsaqif Baihaqi dari studio @rising67.studio yang memberikan kesan artistik mendalam pada proyek ini.
Razka mengungkapkan bahwa film ini tidak akan terpaku sepenuhnya pada latar waktu asli cerpen tersebut. Sebaliknya, ia memilih untuk menarik benang merah dari tema besar cerita, yakni “kesepian di tengah keramaian”, untuk dibawa ke dalam konteks kehidupan manusia modern yang serba digital.
Ia ingin menyoroti fenomena ironis di mana manusia masa kini, meski terhubung secara virtual sepanjang waktu, justru sering kali merasa terisolasi dan kesepian di tengah hiruk-pikuk keramaian dunia nyata. Perspektif baru inilah yang menjadi nilai jual utama dalam adaptasi film kali ini.
Proyek ambisius ini akan diproduksi langsung di bawah rumah produksi milik Razka sendiri, @summerland.films. Langkah ini merupakan bentuk dedikasi Razka dalam menghidupkan kembali khazanah sastra Indonesia melalui medium film. Baginya, adaptasi ini adalah sarana untuk memberikan cara pandang baru bagi penonton dalam memaknai perasaan yang manusiawi, namun sering terabaikan di zaman sekarang.
Langkah adaptasi karya klasik ke film modern ini dinilai menjadi angin segar bagi industri perfilman Indonesia. Film ini diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media refleksi yang kuat. Penonton akan diajak untuk menyelami kembali makna koneksi antarmanusia di tengah dunia yang semakin bising oleh distraksi teknologi.
Dengan konsep yang segar dan tema yang sangat dekat dengan realitas generasi saat ini, film Seribu Kunang-Kunang di Manhattan diprediksi akan menjadi salah satu karya yang dinanti-nantikan kehadirannya. Bagi penggemar sastra, ini adalah kesempatan emas untuk menyaksikan kisah klasik bertransformasi menjadi tontonan yang dinamis dan relevan bagi kehidupan masa kini. (Red)
Editor : Ramadhan














Komentar